Serangan ransomware semakin mengkhawatirkan belakangan ini. Studi IBM Security X-Force Threat Intelligence Index 2023 menunjukkan, ransomware menempati 17% dari total serangan siber di tahun 2023. Sementara itu, 21% serangan dalam bentuk backdoor alias lubang keamanan yang dipasang secara diam-diam. Backdoor ini pun sebenarnya berkaitan dengan ransomware dan extortionware, karena menjadi pintu masuk hacker dalam melakukan serangan yang lebih dalam.
Fakta itu dikemukakan Chris Hocking (Chief Technology Officer, IBM Security, APAC) dalam sebuah pembicaraan dengan InfoKomputer. Yang juga mengkhawatirkan adalah, Asia Pasifik menjadi kawasan yang menjadi incaran utama serangan siber ini, ungkap CHris.