Empat pemuda desa — Dudung, Diman, Harry, dan Udi — menjuluki diri mereka "Empat Jaka Riang". Mereka pergi ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan KAMRA (Keamanan Rakyat). Namun, keluguan mereka menyebabkan serangkaian kesialan: tersesat, kehabisan uang, sempat ditangkap polisi, lalu akhirnya dinyatakan lolos. Mereka kembali ke desa untuk mengamankan proyek pembangunan, dan bersama polisi, berhasil menghadapi komplotan penjahat "Tengkorak Hitam"