Peradaban Budaya Dan Suku di Adonara , Flores Timur , Nusa Tenggara Timur

Опубликовано: 21 Март 2026
на канале: MrFlotim ( Jelajah Keindahan Surga NTT )
1,791
49

Peradaban Budaya Dan Suku di Adonara , Flores Timur , Nusa Tenggara Timur // Peradaban Budaya Dan Suku di Adonara , Flores Timur , Nusa Tenggara Timur

Masyarakat Adonara mengakui bahwa leluhur mereka hidup di pulau Adonara semenjak bumi ini diciptakan. Asal usul manusia pertama yang menghuni pulau ini tertelusuri dalam ungkapan Tadon Tana Geto Nara Nuha Nebon (Tadon tana terputus nara pulau terdampar) dan juga ungkapan lain yang diyakini sebagai koda/firman/sabda penciptaan semesta yang termuat dalam ungkapan Pe buta bête walan mara tana tawan ekan gere (kehidupan bermula ketika lumpur mengering dan nampaklah daratan).

Tertelusri dalam mitologi dan legenda yang masih terwariskan secara tutur bahwa, keturunan asli Adonara berasal dari Ile Jadi Woka Buruk (Terlahir dari gunung dan dibesarkan oleh bukit). Keturunan asli ini hidup dengan berburu dan meramu makanan tingkat sederhana sebelum adanya pegaruh budaya luar. Peradaban ini termuat dalam inti mitos kewae sode bolen, sedon lepan ina dan peni masan dai.


Tercatat ada tiga gelombang kedatangan yang mempengaruhi perkembangan peradaban manusia yang mendiami Pulau Adonara yaitu:

Gelombang pertama membawa pola peradaban berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Pola perdaban in tercermati dalam inti mitos tentang Kelake Ado Pehang Beda dan Kwae Sode Boleng di Pulau Adonara, juga tentang Pati Golo Arakiang dan Oa Wato Wele di Daratan Flores Bagian Timur. Keturunan mereka dikenal sebagai Ata Tanah Alapen (manusia penghuni pertama) sebagai gelombang pertama yang menginjakan kaki di Tanah Lamaholot (Adonara). Secara geologis keturunan ini berada pada masa Paleolitikum.

Gelombang kedua membawa pola peradaban penataan hidup dengan Sang Maha Pencipta, sebagai gelombang kedatangan Sina-Jawa (Cina-Jawa) atau dalam ungkapan lau sina papan dai, lali jawa wakon haka (datang dari belakang Cina dan dari seberang Jawa). Gelombang kedatangan ini disebut keturunan pati-beda yang membawa peradaban bercocok tanam dan sistem religi yang ditandai dengan adanya ritual mula nuba (pendirian altar). Secara geologis keturunan ini berada pada masa mesolitikum.dan disebut keturunan Ata Rera Wulan Alape yang mengatur hubungan sosial dan menata urusan kerohanian.

Gelombang ketiga dari Serang-Goran dengan terlebih dahulu menaklukan Raja Gong. Gelombang ini membawa pola peradaban penataan ketahanan diri dan ketahanan sosial baik individu, keluarga, suku maupun lewo. Gelombang ini kemudian mengambil alih kekuasaan dari keturunan gelombang pertama. Peradaban ini ditandai dengan ritus Mula Nuba Ada Nara (penataan urusan kerohanian dan fisik/jasmaniah dalam konteks sosial). Ata Seran-Goran tiba di Adonara (Lamaholot) karena perebutan mata kail dan warisan pusaka Anan Koda dan lodan (muncul sendiri dari dalam Bumi) berbahan perunggu. Secara geologis berada pada zaman neolitikum dan keturunan mereka dikenal sebagai ”Ata Lewotana Alapen” (Penguasa Lewotana).


Masyarakat Adonara meyakini bahwa hidup dan keberadaan mereka di muka bumi ini karena koda;koda kirin;koda pulo kirin lema (fiman/sabda). Koda kirin diyakini sebagai Sang Pencipta atau Rera Wulan Tana Ekan dan tersimbolkan dibalik makna rie hikun liman wanan dalam lingkup keluarga, nayu bayan dalam lingkup suku dan nuba nara/eken matan pito dalam lingkup lewo/lewotana. Religi masyarakat Adonara terorientasi dengan alam, leluhur dan dengan Sang Pencipta dan terpusat pada koda kirin. Koda kirin diyakini bernilai religius dan dipadang sebagai falsafah hidup.


Editor    / @mraprilapril  
Tiktok https://www.tiktok.com/@mrflotim?is_f...
Sumber @Google

Bantu Share like dan Comend ya