Puisi Fradhyt Fahrenheit
tiba-tiba kau merobek rembang rembulan menguliti gulita malam
merintih meninggalkan lelaki pemangsa liang kesucian
" biarpun takdirku sebagai mahluk perempuan
cuma jadi budak nafsu pemuas ranjang
bukan berarti seenaknya harus jadi mahluk paling lemah
atas semua perintah ayat-ayat tuhan
lalu rela berkubang noda disetubuhimu serta nista dijadikan
ladang murahan untuk menebarkan keturunan! "
" pernahkah kau tanyakan tuhan mengapa menciptakan awal perempuan dari muasal belulang sang adam?! "
" kalau kau masih memaksa para perempuan
menjadi budak nafsu kejantanan!
kuharap tak ada lagi korban perempuan
yang melahirkanmu keturunan
atas rahim yang telah kalian rusak
dengan laras keperkasaan penuh keserakahan!
lalu lelaki itu menarik selimut subuh dan gencar mengejar warisan fajar
yang sia-sia digariskan para leluhur di gemuruh balik layar
" tinggalkanlah aku sebelum kedatangan amarah tuhan
lalu bergegas menciptakan penis bagi perempuan
sebagai evolusi tandingan di akhir zaman...!!! "
Fradhyt Fahrenheit