Filosofi Warna Batak Dalam Universalisme Kebudayaan Global

Опубликовано: 25 Май 2026
на канале: Sanimantahu Project
1,110
25

#anggrinsan #Studyathome #warna

Debata natolu adalah ciptaan mulajadi nabolon, yang mana debata natolu memiliki 3 peran dalam hidup manusia. kepadanyalah ditujukan pengampunan, permohonan berkat dan kemuliaan. meskipun tiga elemen, tapi ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, tidak perlu bingung, ini Tidak jauh dari prinsip trinitas yang diimani pemeluk agama Kristen, khususnya Katolik.


tiga warna yang kerap kita lihat pada budaya batak adalah merah, putih dan hitam. terlihat sangat kaku, tapi mari lihat lagi, GORGA, seni ukir dari kebudayaan bangsa batak, meskipun terlihat kaku dan monoton namun penggunaan warna tersebut sangat kaya akan unsur Psikologis dan filosofis


upacara spiritual masyarakat Batak sangat memperhatikan penempatan warna-warna merah, putih dan hitam.
ketika seseorang berdoa memohon diberi kekuatan ia akan mengorbankan hewan merah, ayam merah misalnya dan memohon kepada Bala Bulan. Demikian pula jika hendak mengaku dosa, maka hewan kurbannya berwarna putih yang dipersembahkan kepada debata Sori. boleh jadi saat memohon kebijaksanaan, kurbannya akan dipersembahkan warna hitam kepada batara guru.