Lahir baru adalah satu tahap dalam proses keselamatan. Bagi orang yang sudah Kristen sejak lahir, mungkin tidak tahu kapan persisnya lahir baru.
Keselamatan sendiri merupakan sebuah monergisme, lawan dari sinergisme, artinya hasil kerja tunggal, satu pihak saja. Keselamatan merupakan kerja Tuhan sendiri, tidak ada campur tangan kita manusia. Dari kisah Nikodemus, kita belajar bahwa kita harus lahir baru sebelum bisa melihat kerajaan Allah (3). Artinya, lahir baru mendahului pertobatan dan pengakuan percaya kepada Tuhan.
Ketika Nikodemus mendengar bahwa ia harus dilahirkan kembali, ia bingung. Di sinilah muncul bahaya jika kita memandang spiritualitas secara terlalu harfiah dan logis. Kita perlu memahami spiritualitas dalam konteksnya. Apakah kita sudah memahami keselamatan dengan benar? Atau kita masih meyakini keselamatan dari Tuhan ditambah perbuatan baik kita? Atau kita meyakini keselamatan sebatas pengampunan dosa sehingga kita bebas berbuat dosa karena pasti diampuni?
Lahir baru (3) memiliki makna dilahirkan kembali melalui air dan Roh (5). Air melambangkan pembersihan, dan Roh melambangkan sesuatu dari dalam diri. Oleh karena itu, lahir baru berarti pembersihan dari dalam diri, perubahan hati yang baru. Lahir baru tidak kelihatan secara kasat mata.
Lahir baru merupakan pekerjaan Roh Kudus yang tidak bisa kita pahami, tidak kita ketahui asal usulnya atau tujuannya (8). Khotbah yang sama bisa berdampak berbeda ke orang yang berbeda karena ada pekerjaan Roh Kudus yang misterius di sana. Lahir baru hanya terjadi sekali seumur hidup bagi setiap orang.
Nikodemus sebagai bagian dari ahli Taurat pada masa itu, sadar maupun tidak sudah menolak untuk menerima apa yang disampaikan Tuhan Yesus pada waktu itu. Bukan tidak mengerti, melainkan di dalam hatinya ia mungkin tidak bisa menerima konsep lahir baru tersebut, karena ia merasa hidupnya selama ini baik-baik saja dan sudah berbuat baik. Inilah juga yang jadi masalah bagi kaum seperti orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka tidak ada ketertarikan untuk percaya pada Tuhan Yesus dan menyerahkan hidup mereka. Tahu kebenaran tidak sama dengan tunduk pada kebenaran.
Bisa jadi di momen ini Nikodemus mengalami lahir baru. Di pasal-pasal selanjutnya di kitab Yohanes, tercatat bagaimana perilaku Nikodemus yang berubah setelah malam itu. Lahir baru sendiri memang terjadi di dalam diri kita, terjadi pada hati kita. Namun pelan-pelan dampak lahir baru akan terlihat di luar, terlihat oleh orang lain.