Banyak yang mengeluh ketika coba membuat sendiri pupuk organik cair (POC) dengan sari buah-buahan, dll, tetapi ketika fermentasi dilakukan ternyata hasilnya pupuk berbau busuk, sehingga mengganggu saat di aplikasikan pada tanaman.
Tutorial pada video ini adalah solusi sempurna agar aromanya wangi manis asam seperti tape ketan, sehingga kita nyaman ketika menyemprotkan atau menyiramkan pada tanaman.
Mengapa cairan pupuk yang tidak busuk saya simpulkan sempurna?
Pertama, bakteri berkembang dengan baik.
Pada dasarnya walau berbau busuk ini tidak sepenuhnya gagal, tetapi ketika busuk maka kembali menjadi pupuk kompos, sehingga tanaman harus menyerap dan mengolah ulang melalui proses akar. Tetapi ketika berbau harum, maka tanaman bisa langsung mengolah cairan pupuk melalui fotosintesis pada siang hari. Atau bisa juga kita ternah bakteri merah (red) dengan metode fotosintesis, tutorial pembuatannya banyak ya gan di YouTube (rekomendasi).
Penyebab busuk ini berasal dari sampah bahan buah, dll, yang tercampur di dalam sari buah, sehingga ketika proses fermentasi terjadi pembusukan.
Bahan dasar pupuk organik cair ini berasal dari segala apa yang bisa kita konsumsi.
Tumbuhan: Bisa misal sari buah-buahan, air kelapa, santan kelapa, sayuran, bonggol pisang, cucian beras, dll.
Hewani: Daging, susu, telur, keong, dll, sebagai proteinnya.
Bahan lain: Gula pasir atau bisa juga gula merah.
Sedang pada tutorial ini sebenarnya sama saja, tetapi saya pergunakan bahan yang alami tidak ada sampah untuk menghindari bau busuk dan juga menjadi biang pupuk akar, batang daun, bunga, buah, dan langsung bisa di serap tanaman.
Bahan sempurna membuat pupuk organik cair ini:
Siapkan air kelapa secukupnya, gula secukupnya, perbandingan 5 L air kelapa masukkan gula 1/4 kg, dan protein hewani masukkan 1 butir telur, atau susu saset 1 bungkus.
Lalu campur semua bahan merata dan saring hingga tidak ada kotoran atau sampah lain, (Cara pertama) setelah itu masukkan di dalam wadah derigen lalu tutup dan beri lubang kecil saja dengan jarum, untuk mengurang gas dalam proses fermentasi supaya tidak meledak (penting, lubang berfungsi untuk membuang gas supaya tidak meledak, maka lubang kecil di tutup saja denga isolasi), ketika lubang terlalu besar maka lalat, atau ulat pembusuk akan masuk, lalu simpan di tempat teduh di dalam rumah, agar panas melambat, ketika terkena sinar matahari langsung maka panas akan sangat tinggi, dan kurang bagus menurut saya.
Cara kedua:
Masukkan bahan yang sudah di saring kedalam derigen, lalu tutup rapat, cara kedua ini boleh di taro di luar terkena matahari, tetapi setiap 3 atau 7 hari buka tutup agar gas keluar, lalu tutup kembali yang rapat, jangan ada celah lubang agar lalat, ulat busuk, bahkan angin jangan ada yang masuk, proses fermentasi sama, selama satu bulan.
Penting:
Ketika cairan pupuk organik ini jadi dengan sempurna, maka akan berbau harum seperti tape ketan, dan ketika di campur dengan air putih biasa, maka air akan menjadi lebih dingin.
Cara pengaplikasian:
Semprotkan pada tanaman merata, bisa di campur obat hama, atau bisa juga metode siram. Perhatikan dengan seksama sebelum dan sesudah di beri pupuk tersebut, minimal 3 hari setelahnya, jika berhasil, maka tanaman dan buah akan terlihat hijau pekat dengan buah mengkilat dan sehat.
Jika ada yang perlu ditanyakan, silahkan tinggalkan komentar, insyaallah akan saya jawab sebatas pemahaman saya di bidang ini. Semoga bermanfaat. Terimakasih.