Perang Banten vs VOC Belanda

Опубликовано: 26 Июнь 2026
на канале: edhaje
1,630,387
9.2k

Ilustrasi perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa

Pada 27 Februari 1682, Pasukan Sultan Ageng Tirtayasa (Sultan Abu al-Fath Abdul Fattah) menyerang Keraton-benteng Surosowan yang telah diduduki oleh VOC pimpinan Jacob de Roy yang mendukung Sultan Haji (Abdul Qohar), putra Sultan Ageng yang memberontak. VOC selain berniat memonopoli perdagangan rempah-rempah di nusantara juga berkepentingan melemahkan kerajaan-kerajaan di nusantara. Dimana VOC sebelumnya telah sukses menggunakan politik adu domba (Devide et Impera) untuk memecah belah kesultanan Mataram pada 1677 dan Kesultanan Gowa-Tallo pada 1669.
Pertikaian antara Banten dan VOC Belanda sudah berlangsung lama, terutama setelah VOC Belanda merebut Jayakarta dari Banten pada 1619. Pada tahun 1671, Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat pangeran Abdul Qohar sebagai putra Mahkota dan diberikan sebagian kekuasaan pemerintahan Kesultanan Banten. Pangeran Abdul Qohar, meskipun muda, namun lemah dan haus kekuasaan sehingga lebih berpihak kepada VOC yang kuat persenjataannya namun telah banyak merugikan masyarakat dan kesultanan Banten. Pada 1680Sultan Ageng Tirtayasa mengumumkan perang kepada VOC Belanda, keputusan ini ditentang putranya sendiri, Pangeran Abdul Qohar. Pangeran Abdul Qohar secara sepihak mengangkat diri sebagai Sultan Haji serta meminta bantuan kepada VOC di Batavia dengan harga kedaulatan perdagangan Banten dimonopoli oleh VOC. Rakyat kesultanan Banten terpecah karena pemberontakan putra mahkota Abdul Qohar (Sultan Haji), namun mayoritas masyarakat dan para ulama mendukung Sultan Ageng Tirtayasa. Berbeda dengan putranya, Sultan Ageng Tirtayasa merupakan pemimpin yang saleh, cerdas, tegas, adil dan mengerti bahwa Banten makmur dan mandiri karena ramainya perdagangan.
Sultan Ageng juga disegani bangsa-bangsa lain karena tetap menjadikan Banten sebagai pelabuhan bebas, dimana bangsa-bangsa baik asia (China, Arab, India) maupun eropa (Turki, Inggris, Denmark) dapat berdagang bebas dengan hak dan kewajiban yang sama.
Pada 27 Februari 1682, Pasukan sultan Ageng Tirtayasa melakukan serangan ke Keraton-benteng Surosowan untuk meredam pemberontakan anaknya. Pasukan Sultan Ageng juga mendapat bantuan persenjataan dari Inggris (yang saat itu terlibat perang dengan Belanda), Turki Usmani, Denmark dan negara eropa lain yang karena monopoli VOC tidak dapat berdagang lagi di Banten. Pada pertempuran tersebut, Pasukan Sultan Ageng dapat memukul mundur pasukan VOC dan pasukan Sultan Haji, serta mengambil alih keraton-benteng Surosowan. Bala bantuan VOC pimpinan Kapten Isaac de St.Martin yang berlayar dari Batavia untuk membantu Sultan Haji juga tidak berhasil mendarat karena perlawanan dari kapal-kapal armada dan pertahanan laut Banten.
Sultan Haji terpaksa melarikan diri dari keraton dan berlindung di Loji/benteng VOC Belanda bersama Kapten Sloot dan W. Caeff dilindungi oleh serdadu-serdadu VOC. Pada 7 April 1682, Bantuan VOC Belanda yang lebih besar dipimpin Kapten François Tack berhasil menembus pertahanan laut Banten dan menyerang balik posisi pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. Bala-bantuan pasukan VOC membawa persenjataan lebih lengkap sehingga Sultan dan pasukannya terpaksa meninggalkan Keraton Surosowan dan mundur ke Tirtayasa. Perang gerilya melawan VOC Belanda terus berkecamuk dari Tirtayasa. Dengan adanya monopoli perdagangan Banten oleh VOC, kesultanan Banten mulai melemah dan diatur oleh penguasa VOC di Batavia.

Sumber :
Lubis, Nina H., Banten Dalam Pergumulan Sejarah: Sultan, Ulama Jawara, Pustaka LP3ES, Jakarta, 2003.
Historie van Holland: beginnende met het bestand van 't jaar 1609. alwaar den Heer de Groot eindigd, tot aan de Nimweegse vreede by Jan ten Hoorn, 1704
Geschiedenis der Nederlanders buiten Europa, of verhaal van de togten, ontdekkingen, oorlogen, veroveringen en inrigtingen der Nederlanders in Azië, Afrika, Amerika en Australië, van het laatste der zestiende eeuw tot op dezen tijd, Volume 2,Nicolaas Godfried van Kampen, Erven François Bohn, 1831
Onno Zwier van Haren,Agon, sulthan van Bantam (ed. G.C. de Waard).Martinus Nijhoff, Den Haag,1979

Klip diambil dari :
Jaka Sembung (1981)
Sunan Gunung Jati (1985)
Kerajaan Banten - Peninggalan Sultan Maulana Hasanuddin
Legend of King Naresuan (2007)
Siyama (2008)
De Slavernij - Documentaireserie (2011)
Black Sails Season 3 (2016)
Cromwell In Ireland (God's Executioner) Documentary (2010)
Broadside (2009)
The Devil's Whore (2008)
1612 (2007)
Die Belagerung Wiens - dokumentarisch (2016)