SEMARANG - Wacana enam hari kerja bagi pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang belakangan ini ramai dibicarakan di media massa maupun jejaring sosial, tidak akan diberlakukan. Keputusan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP pada apel pagi yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (13/3). Tidak hanya itu, isu penggunaan seragam hitam putih dan pramuka pun ditepis Gubernur.
“Nggak usah menjadi cemas, kemarin banyak SMS ke saya dari staf, apakah kita akan enam hari kerja? Tidak, kita akan tetap lima hari kerja. Kita belum berfikir sama sekali soal baju hitam putih. Kita belum berfikir soal baju pramuka. Kita biasa-biasa saja,” tegas dia.
Ganjar justru akan mengaji kebijakan lima hari sekolah bagi siswa di Jawa Tengah, karena kualitas pertemuan antara orang tua dengan anak dirasa kurang akibat jadwal sekolah yang terlalu padat. Pada pembelajaran enam hari, sepanjang hari anak dititipkan pada pihak dengan lingkungan berbeda. Di sisi lain, persoalan pada anak pun semakin banyak.
Dia menunjuk contoh kasus pelecehan pada anak di sekolah yang ramai diberitakan di media massa beberapa waktu lalu, tontonan gambar maupun film porno yang dapat diakses anak dengan mudah, hingga yang paling mengerikan adalah godaan narkoba. Kondisi tersebut dapat diantisipasi dengan mengatur hubungan orang tua dengan anak.
http://jatengprov.go.id/id/berita-uta...