Bias Studio dan Sanggar Seni Kariwaya Balangan Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Kalimantan Barat mempersembahkan sebuah teater tradisional khas kalimantan selatan yang dikemas dalam seni pertunjukan media baru dengan judul Rarampah Datu Nini.
Film ini dibuat dengan tujuan untuk memperkenalkan rempah-rempah dikalimantan selatan yang di support oleh Kemendikbudristek lewat Indonesiana TV dan Jalur Rempah RI
Mamanda adalah salah satu seni pertunjukan yang dikenal dalam masyarakat Banjar. Seni drama tradisional Mamanda ini sangat populer di kalangan masyarakat kalimantan pada umumnya. Dialog Mamanda lebih kepada improvisasi pemainnya. Sehingga spontanitas yang terjadi lebih segar tanpa ada naskah yang mengikat. Namun, alur cerita Mamanda masih tetap dikedepankan. Disini Mamanda dapat dimainkan dengan naskah yang utuh atau inti ceritanya saja. Dalam film ini bercerita tentang “RARAMPAH DATU NINI”. Bermula kisah sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Sanggam Buana, dipimpin oleh seorang raja muda nan bijaksana. Suatu ketika Sang raja ingin melaksanakan pesta perkawinan putri kesayangannya dengan menyajikan berbagai macam kue dan masakan yang ada dikerajaan, seluruh aparat kerajaanpun dikumpulkan untuk diminta saran dan pendapat agar pelaksanaan acara sesuai dengan keinginannya. Tidak ketinggalan tradisi “Balulur” dan “Batimung” yang menggunakan rempah-rempah kecantikan diingatkan kembali oleh para aparat kerajaan. Hingga masakan soto yang pernah dibawakan oleh tamu dari kerajaan seberangpun di racik kembali dengan menggunakan berbagai macam rempah-rempah di tanah banjar. Dan saat itulah Sang raja memberinya nama “Soto Banjar” yang sampai saat ini melekat di kalangan masyarakat banjar.
tonton full filmnya di youtube Jalur Rempah RI
atau klik link ini • Mamanda || Festival Bumi Rempah Nusantara ...