Bridge di MikroTik adalah fitur yang memungkinkan Anda menggabungkan beberapa antarmuka jaringan (interface) menjadi satu segmen jaringan logis (Layer 2), sehingga perangkat yang terhubung ke antarmuka tersebut dapat berkomunikasi seolah-olah mereka berada di jaringan yang sama.
Fungsi Bridge di MikroTik:
Menyatukan beberapa interface (Ethernet, wireless, dll.) dalam satu LAN.
Mengelola traffic Layer 2 (seperti switch).
Mendukung STP (Spanning Tree Protocol) untuk menghindari loop jaringan.
Memisahkan traffic dengan VLAN (jika dikonfigurasi).
Mengontrol traffic dengan filter bridge (MAC-based filtering).
Contoh Penggunaan Bridge di MikroTik:
Menggabungkan ether1, ether2, dan wlan1 dalam satu jaringan lokal.
Membuat jaringan yang terhubung melalui nirkabel (wireless) dan kabel (Ethernet) tanpa perlu routing.
Mengimplementasikan hotspot atau captive portal di beberapa interface sekaligus.
Cara Konfigurasi Bridge di MikroTik:
Buat bridge:
bash
/interface bridge add name=bridge1
Tambahkan interface ke bridge:
bash
/interface bridge port add bridge=bridge1 interface=ether1
/interface bridge port add bridge=bridge1 interface=ether2
Aktifkan STP (opsional):
bash
/interface bridge set bridge1 protocol-mode=rstp
Berikan IP address ke bridge (jika diperlukan):
bash
/ip address add address=192.168.1.1/24 interface=bridge1
Perbedaan Bridge vs Routing (Layer 3):
Bridge (Layer 2) Routing (Layer 3)
Beroperasi di MAC address Beroperasi di IP address
Tidak membutuhkan IP untuk komunikasi Membutuhkan IP untuk routing
Cocok untuk jaringan lokal (LAN) Cocok untuk jaringan yang berbeda subnet
Kesimpulan:
Bridge di MikroTik berguna untuk membuat jaringan switch-like di mana beberapa interface berperilaku seperti satu jaringan. Ini sangat berguna untuk jaringan lokal, hotspot, atau ketika Anda ingin menggabungkan kabel dan nirkabel dalam satu segmen.