Assalamualaikum Uniisyan!
Di awal pekan ini, yuk kita tonton Film Dokumenter yang berjudul "Lasem, Balada Kampung Naga".
Sinopsis Film:
LASEM, sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, merupakan kota pusaka yang menyimpan sejarah panjang. Terdapat sekitar 540 situs sejarah di Lasem yang berasal dari berbagai periode sejarah, mulai dari zaman Singosari, Majapahit, Demak, Pajang, Mataram Islam, masa kolonial Belanda, hingga era Kemerdekaan.
Salah satu situs penting di Lasem adalah kompleks pemukinan Tionghoa yang dipenuhi bangunan-bangunan tua berarsitektur Cina, yang mulai berdiri sejak tahun 1300-an. Saat ini, pemukiman tua Tionghoa itu berada di Desa Karangturi dan Soditan.
Pada masa kekinian, keberadaan cagar budaya bangunan-bangunan Cina ini menghadapi ancaman. Bangunan-bangunan tua tersebut banyak yang dibongkar untuk berbagai kepentingan. Dari sisi pemilik bangunan (warga Tionghoa Lasem), penjualan rumah tua terjadi karena dua faktor. Pertama adalah faktor ekonomi, dimana mereka membutuhkan dana untuk berbagai keperluan hidup, lalu terpaksa menjual rumah tua milik mereka. Kedua adalah faktor persebaran (diaspora), dimana anak cucu si pemilik rumah bermukim di kota lain, akhirnya rumah orang tua mereka di Lasem tidak dihuni. Akhirnya, daripada rusak karena tidak dihuni, lebih baik dijual. Secara umum, kesadaran bahwa bangunan tua di Lasem merupakan bangunan cagar budaya masih cukup lemah di kalangan warga, sehingga dengan semborono mereka menjual atau membongkar rumah tua tersebut. Dari sisi pembeli, bangunan-bangunan tua berarsitektur Cina di Lasem diincar berbagai pihak, untuk dibongkar lalu dijadikan rumah makan, restoran, dan sebagainya.
Kondisi ini membutuhkan penanganan serius dan segera. Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (FOKMAS) Lasem merupakan komunitas yang didirikan dan digerakkan pemuda-pemuda setempat, yang sangat peduli dan telah melakukan berbagai langkah dalam rangka pelestarian cagar budaya di Lasem, mulai dari sosialisasi dan pendekatan kepada warga untuk meningkatkan kesadaran sejarah mereka, hingga audiensi kepada pemerintah agar diterbitkan regulasi yang melindungi cagar budaya di Lasem.
FOKMAS dan tokoh-tokoh masyarakat di Lasem mempunyai mimpi panjang: menjadikan Lasem sebagai “World Heritage Site - UNESCO”. Di Lasem, semuanya lengkap: bangunan bersejarah masih terjaga, kerukunan dan toleransi multikultural masih menjadi urat nadi hubungan sosial sehari-hari. Para penggerak lokal di Lasem tersebut menyadarinya, dan mereka terus berupaya melestarikannya. Karenanya, mimpi mereka bukan mimpi di siang bolong semata.
Award: Film Unggulan, Denpasar Film Festival, Bali 2015
Selamat menonton Uniisyan!
#Lasem #Rembang #FilmDokumenter
Jangan lupa follow Instagram kita juga ya: / uniicomstv