untuk puisi berdarah karya, Sutardji Calzoum Bachri, adalah pavorit saya dan puisi tersebut memang sangat saya suka. di mana nafas boranan yang nyaris dikatakan mantra yang beraroma blues nah! itulah yang membuat saya gak pernah bosan membacanya, selain isinya yang masih konteks dalam mewakili zaman ke kinian yang kalau saya mau bilang ini puisi yang tak rekang ditelan zaman.
"apa yang tersayat dalam diriku
ada dalam kalian. kita dari pedih yang sama".
ya, itulah sepenggal kalimat yang melompat sekaligus menukik. Salam Hormat Kepada Presiden Penyair Indonesia
SUTARDJI CALZOUM BAHRI
Salam Budaya
endiN Sas_2023