ilustrasi perang Kalimantan Barat vs Belanda
(Perang Tumbang Titi & Belangkait)
Pada 1910 Kolonial Belanda menerapkan pajak diri (Belasting) terhadap rakyat di kalimantan Barat (kerajaan Matan-Kayong & Simpang). Rakyat Matan-Kayong mengadakan perlawanan terhadap kolonial Belanda dipimpin Uti Usman/Uti Unggal, Panglima Tentemak, Raden Johari & Uti Mahmud.
Pada Mei 1914, Pasukan Belanda pimpinan Letnan Frederik H.A Brands disergap oleh 200 pejuang Matan pimpinan Panglima Tentemak dibantu Raden Johari. Adu senapan antara pejuang Matan dan pasukan Belanda berlangsung sengit. Panglima Tentemak berhasil membunuh Letnan F.H.A Brands pimpinan Pasukan Belanda. Pejuang Matan juga membakar ilalang yang membuat pasukan belanda panik dan menjadi sasaran empuk pejuang Matan. Pasukan Belanda yang tersisa kabur ke Abut Bekake. Namun pada pertempuran tersebut Panglima Tentemak yang gagah berani gugur tertembak Belanda.
Bersamaan dengan perlawanan di Matan-Kayong, rakyat kerajaan Simpang melakukan Perang Belangkait melawan penjajah Belanda. Perlawanan dipimpin Panembahan Suryaningrat (Gusti Panji),Ki Anjang Samad, Patih kembereh dan Panglima-Penglima dari tumbang titi (Panglima Ida, Gani, Enteki, Etol & Gecok). Pejuang Simpang menyerang btangsi Belanda di Sukadana dan Pulau Datok. Perang berkecamuk antara pasukan Belanda pimpinan Letnan Obos dan Pejuang Simpang. Belanda mundur dari posisi tersebut dan tangsi Belanda dapat diduduki pejuang Simpang. Perang Belangkait terus Berlanjut.
Pada Juni 1914, Uti Usman dan 40 pejuang Matan gugur di benteng pertahanan terakhirnya di Kedang Hilir/Tanjung Kedang. Uti Usman dan pejuang matan berhasil membunuh banyak perwira dan pasukan Belanda.
Sumber :
J.ULontaan (1975) Sejarah-Hukum Adat dan Istiadat Kalimantan Barat. Pemda Tk I Kalbar.
J.U Lontaan (1985) Menjelajah Kalimantan.Baru
Sejarah Perlawanan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Kalimantan Barat (1984) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Catharinmus Johannes Hasselman (1914) Tijdschrift voor het Binnenlands Bestuur. G. Kolf & co.
De Indische Gids (1916)