Anies Baswedan gagal maju menjadi calon presiden? berikut alasannya

Опубликовано: 25 Июль 2026
на канале: Cuap Cuap TV
1,081
6

Halo-halo semua pecinta ngompol, kali ini kita akan membahas tentang siapa yang akan menjadi calon pendamping anies untuk menjadi presiden di 2024 nanti, terlihat perundingan di internal koalisi perubahan sangat alot, hingga saat ini Partai Nasdem Masih saja ngeles, Partai Nasdem ini mereka ngeles tidak buru-buru mengumumkan nama calon Wapres pendamping Anis, katanya mereka masih menunggu koalisi lain mengumumkan nama calon wapresnya, koalisi lain yang dimaksud yaitu koalisi pendukung Ganjar dan Prabowo. memang, hingga sampai saat ini ganjar dan Prabowo masih menutup rapat nama calon wapresnya. Tapi sebenarnya dua orang ini sudah mengantongi beberapa nama calon yang cocok menjadi Wapres, hanya saja dibutuhkan negosiasi alot untuk memilihnya. Selain itu mereka juga masih menunggu arah angin politik, pendaftaran capres dan cawapres masih menunggu beberapa bulan lagi, jadi masih ada waktu untuk memantapkan koalisi Nasdem saat ini, bingung mau menyebut nama siapa calon Wapres pendamping Anis nantinya, pasalnya di internal koalisi perubahan masih terjadi aksi saling kunci, nama AHY menjadikan calon yang cocok untuk Anis secara pribadi, tapi Nasdem dan PKS tidak mau menerimanya, nama-nama lain sudah di lobi seperti Mahfud MD, Yeni Wahid dan Khofifah tapi mereka malah menolak tawaran itu. Anis memang apes namanya paling awal dideklarasikan sebagai capres, tapi banyak tokoh yang menolak jadi cawapresnya, itu karena suara anis cenderung menurun (menurut hasil survey yang kredibel) Mana ada orang yang bersedia maju untuk kalah, mungkin hanya AHY yang bisa menempuh jalan ninja itu, karena yang dibutuhkan AHY hanyalah panggung nasional, dia tidak penting kalau dia bakal Kalah dalam pertarungan akhirnya, Bakal calon Presiden yang dulu kebelet dideklarasikan dari NasDem itu malah belum punya calon pendamping, karena nama-nama di luar koalisi tidak bersedia jadi bakal calon pendamping Anies Baswedan, sementara nama di internal koalisi masih saling mengunci, sebenarnya saat ini Nasdem memang hanya bisa mengulur Waktu, Nanti ketika semua koalisi telah mengumumkan nama calon wakil presiden, partai lain dalam koalisi perubahan tidak punya kesempatan untuk menolak saat itulah nama calon pendamping Anis harus mau atau tidak akan tetap disetujui oleh semua anggota koalisi, karena terpaksa nasib terkuncinya koalisi Anis sebenarnya tidak jauh-jauh dari koalisinya Prabowo juga masih saling kunci, mereka sama-sama ngotot dan memaksakan diri untuk mendampingi Prabowo, PKB mengancam cabut dukungan jika Prabowo memilih nama selain Cak Imin, sementara Pan juga menyandera Gerindra mereka tidak akan bergabung jika nama Erik tidak ditetapkan sebagai calon pendamping Prabowo, aksi saling kunci ini tentu sebuah Dilema bagi Prabowo, karena jika memilih Cak Imin praktis Prabowo harus berjuang keras sendirian. karena cak imin tidak punya sumbangan elektoral, ditambah lagi logistiknya juga tidak ada, jika Prabowo memaksakan diri maka bakal berat ongkosnya. sementara jika Prabowo memilih Erik maka PKB dipastikan hengkang, kehilangan PKB juga membuat Prabowo meriang, karena suara partai ini penting di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, kondisi Anis yang senasib dengan Prabowo itu bisa bertambah parah, misalnya jika dua partai itu kemudian memilih tidak berkoalisi dengan Gerindra, maka dampaknya Prabowo akan merebut Demokrat atau PKS dari Anis, hal itu bakal jadi runyam karena Anis akan batal majunya sebagai calon presiden jika tidak memenuhi ambang batas pencapresan, makanya Nasdem tidak mau gegabah mereka harus pandai membaca arah angin politik, jika Nasdem buru-buru menentukan nama pendamping Anis Salah satu partai pendukung dalam koalisi perubahan bakal merapat ke Prabowo. dan itu membuat suara koalisi mereka kurang dari ambang batas yang dipersyaratkan. Anis jelas tidak bisa dimajukan taktik Nasdem untuk menahan diri memang bertolak belakang dengan gaya mereka yang sok-sokan mau deklarasi Anis menjadi calon presiden tempo hari, berulangkali nama bakal calon Wapres mau dideklarasikan, tapi kemudian gagal, itu karena Anis memang dalam posisi terhimpit, tidak bisa maju juga tidak bisa mundur, tapi menunggu juga belum tentu aman. karena saat ini PDIP dan Gerindra sedang gencar-gencarnya bermanufer politik, bisa jadi Jika dia terus diam saja maka Anis malah akan berakhir gagal menjadi calon presiden dan pasti para pendukung garis keras di belakang nya akan menangis sedih di pojokan. hahaha (tertawa sampai guling-guling)

#calonpresiden2024
#jokowi
#nasdemofficial