Payung bukan saja untuk melindungi diri dari hujan. Sebuah payung hias mempunyai makna tersendiri bagi masyarakat Aceh.
Kasap yang dianyam rapi dengan benang, membentuk lukisan khas dari Aceh. Proses menghiasi payung khas Aceh ini memakan waktu tidak sebentar dan bernilai jual tinggi. Adat yang dilestarikan agar anak-anak tidak melupakan warisan budaya.
Di proyek Kurikulum Merdeka tahun 2024, kelas X dari MAN 2 Aceh Barat mengambil tema kearifan lokal sebagai hasil kerja nyata. Nilai yang dijunjung tinggi untuk anak-anak dalam melestarikan budaya, tahu makna dari sebuah payung hias, dan membentuk kerjasama yang erat antar siswa dalam menyelesaikan tugasnya.
Payung ini biasanya berwarna kuning. Pola yang digambar membentuk hiasan yang berfilosofi tinggi, di atas pola ini pula kasap dianyam atau dirajut menggunakan benang berwarna putih atau kuning.
Kesabaran, ketelitian, dan kesenangan batin adalah proses dalam menghias ini. Nilai-nilai tinggi ini patut dijunjung dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah-sekolah.
Kami belajar kasap di payung ini untuk pelestarian adat Aceh. Payung ini sering kali digunakan pada acara pernikahan, sunat rasul, turun mandi, dan lain-lain sebagainya yang berkenaan dengan adat Aceh.
Inilah karya siswa-siswa kami. Apa kearifan lokal di daerahmu? @dikdasmenRI @ditjengtkkemendikdasmen @SekretariatPresiden @KementerianAgamaPusat @RansEntertainment @Comedy_Stand_Up_Network @RicisOfficial1795 @TWEntertainmen_t @curhatbang @Ruangguru