SEJARAH WALI BATUMIRAH SYAIKH SYARIF ABDURRAHMAN BUMIJAWA TEGAL

Опубликовано: 17 Сентябрь 2026
на канале: Kampung Youtube
3,778
34

Sejarah Syaikh Syarif Abdurrahman Batumirah Bumijawa Tegal

Syaikh Syarif Abdurrahman Batumirah Bumijawa Tegal merupakan sepupu dari Syaikh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati Cirebon.

Letak makam Syaikh Syarif Abdurrahman terbilang unik. Pasalnya persis di pucuk sebuah gunung atau bukit yang cukup tinggi. Jika kita berjalan kaki menuju lokasi makam akan sangat kelelahan. Untungnya sekarang akses jalan menuju makam sudah diperbaiki sehingga bisa dilalui oleh kendaraan bermotor ataupun mobil.

Makam Syaikh Syarif Abdurrahman tepatnya berada di Gunung Cepu, Desa Batu Mirah, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Merupakan makam tua yang belum banyak diketahui khalayak ramai. Tak banyak juga yang mengetahui bahwa Syaikh Syarif Abdurrahman adalah sepupu dari Syaikh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunungjati Cirebon.

Makam Syaikh Syarif Abdurrahman mulai dibuka untuk umum pada tahun 2003. Hingga kini mulai ramai diziarahi warga dari berbagai penjuru.

Sebelumnya, Gunung Cepu dinamakan Gunung Dalim, karena pemilik tanah yang mengelola gunung tersebut bernama Dalim. Namun setelah Makam Syaikh Syarif Abdurrahman dibuka oleh Habib Muhammad Alattas, Pengasuh Pondok Pesantren Ath-Thalibiyyah Mobok Karsih Muncanglarang Bumijawa, gunung itu diganti namanya menjadi Gunung Cepu.

Sejarah panjang makam itu terkuak saat Habib Muhammad bin Thalib Alattas atau yang akrab disapa Habib Muh tengah berziarah ke makam muridnya di Desa Batu Mirah. Habib Muh saat berziarah di makam muridnya yang bersebelahan dengan Gunung Dalim, kedatangan seseorang yang mengenakan jubah, tubuhnya kecil tinggi. Saat ditanyakan oleh Habib Muh, orang itu menjawab bernama Syarif Abdurrahman yang berasal dari Gunung Dalim.

Habib Muh Alattas lantas mencari tahu kebenaran adanya Syaikh Syarif Abdurrahman. Hampir semua sesepuh di Desa Batu Mirah dimintai penjelasan. Bahkan, sesepuh Batu Mirah juga diminta untuk hadir di Ponpes Ath-Thalibiyyah. Namun mereka tidak tahu adanya keberadaan Syaikh Syarif Abdurrahman.

Dengan niatan baik, Habib Muh meminta pertolongan kepada Allah SWT. Selang sepekan, Habib Muh menemukan titik terang letak makam Syaikh Syarif Abdurrahman yang ternyata berada di Gunung Dalim. Makam itu merupakan orang mulia sepupu dari Syaikh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati. Yang mana Sunan Gunung Jati merupakan satu-satunya Walisongo yang menyebarkan Islam di Jawa Barat.

Habib Muh Alattas lantas meminta warga untuk membereskan makam dan melakukan pengajian untuk Makam Syaikh Syarif Abdurrahman. Sejak saat itulah Gunung Dalim berubah nama menjadi Gunung Cepu.

Sebelumnya sempat terjadi desas-desus yang menganggap bahwa makam itu merupakan makam orang Partai Komunis Indonesia (PKI). Habib Muh Alattas lantas menjelaskan, bahwa saat menemukan makam itu terdapat batu nisan yang terbuat dari batu menyerupai telur. Di nisan itu bertuliskan wafat tahun 1726 M. Jelas PKI belum lahir waktu itu.

Sejak saat itu, setiap Jum'at Manis dilakukan pengajian yang diikuti warga sekitar. Hal itu dirutinkan hingga tahun 2005.

Makam Syaikh Syarif Abdurrahman sempat tidak terawat selama tujuh bulan. Menurut Habib Muh, pada tahun 2005 setelah makam tidak dirawat, terjadi malapetaka. Sedikitnya 150 warga Batu Mirah keracunan. Dugaan waktu itu dikarenakan memakan sajian dalam hajatan. Namun, Habib Muh yang saat kejadiaan tengah berada di Makam Sunan Kudus, heran karena tidak semua warga makan sajian hajatan itu. Saat di Kudus itulah Habib Muh menceritakan didatangi Sunan Kudus dan Syaikh Syarif Abdurrahman. Habib Muh disuruh pulang, karena murid-muridnya membutuhkan pertolongan.

Singkat cerita Habib Muh berhasil menyembuhkan ratusan warga yang keracunan itu. Menurutnya malapetaka itu terjadi karena makam Syaikh Syarif Abdurrahman tidak dirawat.

#nahdlatululama #sarkub #walitegal #jatman #ziarah #sejarah