Zombie adalah makhluk hidup yang bangkit dari kematian. Mereka kelihatan hidup namun sebenarnya sudah mati. Inilah realita hidup manusia. Sejak zaman Adam dan Hawa, Tuhan sudah berfirman bahwa manusia akan mati. Ada dua macam kematian, yaitu kematian fisik dan kematian rohani. Ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, kematian fisik menjadi suatu realita yang mutlak di akhir hidup mereka. Dan ketika mereka jatuh dalam dosa, kematian rohani langsung mereka alami seketika itu juga, yaitu ketidakmampuan untuk meresponi dan memuliakan Allah. Setelah jatuh dalam dosa, Adam menyalahkan Tuhan, bentuk kematian rohani.
Sebelum jatuh dalam dosa, manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Awalnya manusia memiliki pemikiran, kebenaran, kekudusan, dan kasih Allah dalam dirinya, namun sekarang tidak lagi. Manusia juga serupa dengan Allah dalam aspek fungsional: ada kemampuan mengelola, berelasi, dan menyembah Allah. Terakhir, manusia diciptakan untuk kekekalan. Setelah jatuh dalam dosa, gambar dan rupa Allah ini rusak. Tidak hilang sepenuhnya, namun rusak. Inilah yang dipulihkan ketika kita menjadi manusia baru.
Setelah jatuh dalam dosa, kita lebih condong ke arah dosa, meskipun kita sudah tahu apa yang Tuhan kehendaki. Relasi manusia juga rusak, baik relasi dengan Tuhan, sesama, maupun alam sekitar. Begitu banyak masalah global yang akarnya adalah dosa: global warming akibat eksploitasi alam, peperangan dan politik pemerintah yang kotor akibat rusaknya relasi dengan sesama. Ketika kita berbuat baik, kebaikan kita tidak bisa sempurna, pasti ada kurangnya. Dan sebenarnya kebaikan kita tidak bisa benar-benar murni. Ketika kita mencari Tuhan, terkadang kita malah berakhir meng-ilah-kan hal-hal selain Tuhan sendiri.
Lalu bagaimana supaya manusia bisa hidup kembali? Kita tidak bisa menghidupkan diri sendiri. Kita perlu kuasa dari luar, yaitu kuasa Roh Kudus, untuk menghidupkan kita. Kuasa Roh Kudus bekerja melalui pengorbanan Yesus Kristus. Kalau sekarang ini kita bisa percaya dan selamat, itu semua adalah anugerah Allah.