#Pendidikan #Pelajar #GenerasiBangsa
Semboyan yang seringkali kita dengar sejak masa anak-anak Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri Handayani yang Bermakna “dari depan, seorang pendidik harus memberikan teladan yang baik; dari tengah, seorang pendidik harus dapat menciptakan prakarsa atau ide; dan dari belakang, seorang pendidik harus bisa memberi dorongan dan arahan”, semboyan ini dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita Ki Hadjar Dewantara.
Cermin pendidikan kita sekarang malah sebaliknya. Tak seperti yang kita harapkan, melihat generasi mendatang sudah berani terang-terangan pacaran di salah satu tempat objek wisata seperti yang kita lihat di dalam video ini. Dont Try, Oke.
Lantas, beginikah perkembangan kondisi pendidikan Indonesia saat ini?
Dalam hal penggunaan internet, berdasarkan survei oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2017, sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan internet untuk keperluan komunikasi dan hiburan seperti menonton video dan melihat foto, sedangkan pemanfaatan untuk mencari ilmu dan membaca artikel masih cenderung lebih rendah.
Jadi kita bisa lihat bahwa Indonesia masih memiliki PR besar dalam peningkatan pendidikan nasional, baik dalam hal tingkat literasi, minat baca, maupun minat terhadap bidang akademik.
Untuk itu pemerintah telah memprioritaskan sektor pendidikan dalam pembangunan nasional, terus berupaya menyediakan infrastruktur pendidikan, modernisasi perpustakaan, mendirikan taman bacaan, menetapkan Program Literasi Nasional, dan berbagai upaya lainnya untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan memajukan pendidikan nasional.
Bersama Memajukan Pendidikan Bangsa
Jika kita biarkan minat baca bangsa rendah, kita akan membiarkan bangsa kita hancur perlahan. Jika kita berhenti belajar, maka lupakanlah kebangkitan.
Pendidikan memiliki arti penting bagi kemajuan dan kejayaan suatu bangsa. Pendidikan yang baik dan berkualitas menjadi investasi terbaik yang mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia. Kejayaan suatu bangsa tidak dilihat hanya dari kekayaan sumber alamnya saja, tetapi bagaimana Sumber Daya Manusia-nya dapat mengelolanya dengan baik.
Untuk itu, selain upaya pemerintah, diperlukan pula peran dan dukungan kita semua, baik anak didik, para pengajar, orang tua dan masyarakat umum untuk keberhasilan upaya pemerintah dalam memajukan kecerdasan bangsa.
Pemerintah perlu menyelesaikan masalah ketimpangan fasilitas pendidikan di seluruh pelosok negeri, untuk kemerataan hak akses masyarakat atas pendidikan, serta dalam upaya penerapan sistem dan program pendidikan terbaik untuk kualitas kecerdasan dan karakter bangsa.
Sedangkan, dalam keluarga, orang tua berperan sangat penting untuk menjadi role model dalam pembangunan karakter anak dan menumbuhkan kebiasaan membaca anak sejak dini karena anak-anak memiliki kebiasaan mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tuanya.
Pengajar juga sangat perlu untuk terus meningkatkan kapasitasnya guna memberikan pendidikan yang berkualitas bagi anak didiknya. Dan, bagi pelajar, sangat penting untuk menumbuhkan minat, memiliki semangat belajar dan melakukan upaya yang terbaik untuk kemajuan dirinya.
Jadi, mari kita semua majukan kecerdasan bangsa untuk Indonesia Jaya!