DETERRITORIAL TRANSFORMASI

Опубликовано: 25 Июль 2026
на канале: STUPA 7 UNTAR
17
0

Bentuk merupakan hasil olah rancang dari pemahaman deteritorial sehingga menghasilkan kemungkinan ruang yang menyesuaikan kebutuhan dan keperluan pengguna yang dibantu oleh fasilitas gerobak. Khususnya untuk penjual dan warga sebagai komunal. Bangunan digunakan untuk mewadahi aktivitas extension warga seperti dapur, komunal, dll. Sehingga bangunan tidak memiliki zoning tetap namun dapat terus berubah dan berkembang sesuai kebutuhan dan pola aktivitas warga. Seperti pada 1 tempat dapat digunakan untuk dapur namun saat malam sebagai area dagang. Pembentukan ruang dan pendorong aktivitas didorong oleh gerobak yang ada. Pada awalnya, area komunal hanya terjadi saat dagangan berlangsung, sehingga gerobak menjadi perantara untuk dapat menghubungkan aktivitas berdagang dan komunal maupun belajar dan bermain. Sehingga bangunan dan gerobak saling bergantung satu sama lain dalam membentuk ruang dan aktivitas.

Transformasi 1 dan 2 membentuk L, dengan tambahan kursi hingga 4-8 orang jika memiliki banyak pengunjung. Penjual memiliki ruang lebih untuk memasak. Saat tutup, format ini dapat digunakan untuk bermain catur dan mahong yang tersedia sekaligus meja. Kursi dapat dipindahkan dan meja dipasang kembali. Transformasi 3 membentuk I, daftar menu tertutup namun pengunjung dapat lebih dekat, ruang lingkupnya lebih sempit sehingga pedagang tidak kesusahan jika hanya seorang. Dapat memudahkan untuk berbincang berhadap-hadapan maupun bermain. Transformasi 4 dan 5 tertutup dan tidak digunakan untuk berdagang, sehingga hanya digunakan untuk komunal karena tidak adanya ruang untuk berdagang. Bentuk awal gerobak yaitu saat tertutup rapat, namun kanopi masih dapat digunakan coret-coret. Sehingga dapat menarik anak-anak untuk menghiasi gerobak walaupun gerobak sedang tidak berfungsi.