Video ini menampilkan tentang tugas akhir saya dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dengan judul "Implementasi FPGA Virtex ML506 Board Pada Despreading Direct Sequence Spread Spectrum Menggunakan kode PN Gold".
1. Pasangan m-sequnce [5,3]-[5,4,3,2] generator gold code 31 chips ini akan menghasilkan deretan kode sebanyak 33 chip. Kode ini merupakan komposisi yaitu 2 kode berasal dari masing-masing generator dan 31 kode merupakan hasil dari pergeseran komponen yang ada pada sequence. dari 2 sequence yang mempunyai deret panjang maksimal 2^n-1 dengan jumlah shift register =5.
2. Pasangan m-sequence [6,1]-[6,5,2,1] merupakan Kode Gold dari 2 sequence ini yang mempunyai deret panjang maksimal 2^n-1 dengan jumlah n shift register =6. Generator gold code 63 chips ini akan menghasilkan deretan kode sebanyak 64 chip.
3. Program FPGA dalam pemrograman bahasa C akan disimpan pada memori dlmb_cntrl dengan ukuran memori sebesar 64 kb, sehingga tidak dapat menyimpan program yang terlalu panjang.
4. Baudrate mampu menentukan kecepatan proses pengiriman data, jadi semakin besar ukuran baudrate maka semakin cepat data yang mampu dikirim.
5. Baudrate yang mampu dilakukan oleh FPGA hanya dengan ukuran 300 hingga 115200 baud per detik. Diluar nilai itu, maka yang terjadi pada proses pengiriman akan terjadi error.
6. Ukuran konfigurasi baudrate yang digunakan antara spreading dan despreading harus sama. Dikarenakan yang terjadi pada sisi despreading akan terjadi pengurangan bit yang diterima.
7. Dengan 2 perangkat keras Virtex ML-506 Board mampu mengirimkan data biner berupa kode ASCII karakter atau teks secara real time.
8. Kedua Virtex-5 ML506 Board ini dapat ditransmisikan menggunakan kabel serial port null modem, dimana pin 3 pada spreading harus tersambung dengan pin 2 pada despreading.