TUGAS PROJEK AKHIR VIDEO INDIVIDU - VIDEO CONTENT CREATOR
Tugas membuat Video dengan tema Pariwisata
TUJUAN:
Untuk memajukan sektor pariwisata Indonesia
➡️ YouTube Channel, Facebook Feed, dan Instagram Video
TAG INSTAGRAM : @digitalent.kominfo
@stikosaaws
@eko_pamuji_ @Ibnu Asaddudin
FB Ibnu Asaddudin TIKTOK. IBNU ASADDUDIN.
Saya, IBNU ASADDUDIN sudah #JadiJagoanDigital dengan menjadi Conten Creator yang akan berkontribusi posituf bagi Indonesia. (Sumber Merdeka.com - Kebumen, Jawa Tengah rupanya memiliki banyak tujuan wisata religi. Di kota ini, ada banyak tujuan wisata ziarah makam. Salah satunya ialah Makam Mbah Lancing. Makam yang terletak di Bedahan Wetan, Mirit, Kec. Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah ini menjadi makam yang ramai dikunjungi.
Tak seperti makam pada umumnya, Makam Mbah Lancing terlihat berbeda. Nisan Mbah Lancing tidak terlihat. Setumpuk kain menggunung memenuhi tempat peristirahatan Mbah Lancing. Sajian dan kemenyan berjejer penuh di makam tersebut. Dari pagi hingga petang, makam Mbah Lancing memang tak pernah sepi khususnya Malam Jumat Kliwon. Makam Mbah Lancing akan semakin ramai saat jelang pemilu, ada banyak caleg yang ziarah dan mengirimkan doa untuk Mbah Lancing. Berharap para caleg akan memenangkan pemilihan. Makam Mbah Lancing memang terkenal keramat oleh warga sekitar. Para pengunjung yang berziarah biasa berdoa agar keinginannya terwujud. Dari posisi kedudukan, ingin kaya, dan lain sebagainya. Namun, juga ada pengunjung yang datang sekedar berwisata religi saja. Dilansir dari channel YouTube Djangkaru Bumi, kain yang menumpuk di atas batu nisan pemberian dari ziarah. Jika terkabul keinginannya, peziarah biasanya kembali berkunjung dan memberikan kain di atas makam Mbah Lancing. Entah sudah berapa puluh kain yang menumpuk di atas batu nisan tersebut. Mbah Lancing memiliki nama asli adalah Abdulloh Iman yang disebut Kyai Baji bin Dipodrono bin Keti Joyo. Lancing artinya kain pengikat kepala. Semasa hidup Kyai Baji ini gemar menggunakan pengikat kepala Lancing. Alhasil, orang-orang menyebutnya dengan nama Mbah Lancing.
Dilansir dari Facebook, Kisah Ulama Dan Sejarah Nusantara. Mbah Lancing seorang wali. Ia dianggap berperan penting dalam penyebaran Islam di pesisir selatan tanah jawa dan bersama Mbah Kyai Marwi merintis permukiman di Desa Mirit. Situs Makam Mbah Lancing di Desa Tlogodepok Kecamatan Mirit termasuk dalam kawasan Cagar Budaya Kebumen dan dilindungi oleh undang-undang. Secara keseluruhan, Makam Mbah Lancing dibuat dengan rumah adat Joglo. Di bagian dalamnya terdapat ruang kosong dengan karpet yang telah disediakan. Meski begitu, makam Mbah Lancing berada di belakang tanpa atap. Bersandingan dengan makam sang ayah, Ketijoyo).
Terima kasih kepada digital talent scholarship (by BPSDMP Kominfo Jakarta) dan Stikosa-AWS Surabaya, yang sudah memberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan Video Content Creator.
#Kominfo #JadiJagoanDigital #DigitalTalentScholarship #Beasiswa
#Pelatihan #MakinCakapDigital #PelatihanVideoContentCreator2022 #WonderfulIndonesia . #Stikosaaws