(VIDEO INI TIDAK UNTUK DI MONETISASI)
Lagu ini terlahir ketika tugas seni budaya untuk ujian praktek SMA ANGKASA 2 di umumkan. Tentunya di masa pandemic ini tidak bisa leluasa untuk bergerak dalam menciptakan sebuah karya. Terlebih guru pembimbing mata pelajaran seni budaya, Nanda Setyawan. Meminta kami untuk membuat lagu yang sebelumnya sudah beliau bentuk kelompok di setiap kelasnya. Tetapi dalam kondisi seperti ini bukan berarti kita berhak untuk patah semangat dan berhenti berkarya. Semua bisa terjadi dan terlaksana dengan lancer jika di lakukan dengan niat dan keteguhan yang serius. Tentu tidak lupa dukungan dari guru pembimbing yang sangat membantu kami dalam pelaksanaan pembuatan musik untuk ujian praktik kali ini.
Sebuah perintah untuk membuat lagu hasil karya kelompok yang sudah di bagikan adalah acuan utama untuk segera bergerak dalam pembentukan awal struktur pembuatan lagu. Dengan peraturan peraturan yang sudah di terbitkan sebagai standar penilaian membuat kami selaku murid mulai memikirkan perencanaan awal dari mulai lirik, arransemen, hingga komposisi lagunya sendiri. Selanjutnya untuk proses pembuatan music, kami di bantu oleh guru pembimbing kami. Dengan keahlian beliau dapat tercipta kesempurnaan dalam lagu kami tersebut.
II. Lyric
SUARA DARI KAMI
Hidup selalu mewah.
Tak pernah melihat kebawah
Harta Negara mulai di jarah
Meperbesar diri dengan parah
Apa kabar engkau yang disana?
Wahai para pemimpin Negara.
Tindak kriminal jadi kewajaran
Negara digerogoti dari dalam
ini masalah kuasa
alibimu berharga
kamu tak berubah
selalu mencari celah
kami yang memilih kalian
untuk menegakan keadilan
bibir manis bagai rayuan
yang berujung penipuan
dan kami di pun di telan…
III. Tentang lagu
Lagu ini berisi tentang dimana keresahan warga Indonesia dengan keadaan factual yang sedang di alami oleh negri kita tercinta ini. Inspirasi kami berangkat ketika kami melihat berita tentang keadaan Indonesia yang sedang tidak baik baik saja. Ide dan inpirasi perlahan kami kumpulkan guna nanti kita membentuk lirik dari tema yang kita bahas sekarang.
Menggambarkan para petinggi yang kehidupan mewahnya selalu di umbar. Para pejabat yang ketika kampanye mengobral janji manis tapi tidak sesuai dengan kenyataannya. Tujuannya lagu ini adalah untuk menyindir para wakil rakyat dan menggambarkan penderitaan rakyat akibat menelan omongan para wakil yang pernah di pilihnya.
Indonesia saat ini sedang kritis. Karena para koruptor bebas berkeliaran di luar sana dan para korban fitnah malah di jatuhkan hukuman yang tidak sesuai. Ketika di tangkap pun para pelaku kejahatan itu masih bisa di beri ampun bahkan di beri fasilitas. hukuman di Negara ini tidak adil untuk warga negaranya sendiri. Penyesalan juga di sematkan di dalam lirik lagu ini.
IV. Penutup
Demikian lagi ini kami buat dengan tujuan untuk memenuhi nilai ujian praktik seni budaya SMA ANGKASA 2 tahun ajaran 2020/2021. Besar harapan kami agar lagu ini bisa di dengar luas dan di nikmati oleh kalangan umum. Terimakasih dan apresiasi kami haturkan kepada guru pembimbing atas segala bantuan dan tenaga yang sudah di curahkan dalam projek kali ini.
Lampiran I
Pembagian Tugas
Brilian Nur Aliyah : Penyusun lirik bait 1 dan arransemen
Haykal Dava : Penyusun lirik bait 1 dan gitaris
Amelia Pramaditya Putri : Penyusun lirik bait 2 dan editor video klip
M. Farhan Ramdhan S. : Penyusun lirik bait 2 dan penyusun laporan
Tenonia Komala K. D. : Penyusun lirik bait 3 dan editor video klip
Rafi Achmad Fauzi : Penyusun lirik bait 3
Gempar Marfian : Penyusun lirik bait 4
Diva Alicya : Penyusun lirik bait 4
M. Afiq Nugroho : Penyusun lirik bait 4
#Ujianpraktiksenibudaya #ciptalagupopuler