Tarian - jeritan anak alam.
Tangisan hutan, suara masa depan.
Tari ini menggambarkan hubungan mendalam antara masyarakat Papua dan hutan yang mereka anggap sebagai ibu. Dalam tarian ini, hutan digambarkan sebagai sosok ibu yang memberi kehidupan dan perlindungan kepada masyarakat adat. Namun, saat "siluman" datang merampas hutan mereka, suasana menjadi suram dan penuh kesedihan. Tangisan pilu mencerminkan penderitaan dan kehilangan yang dialami masyarakat ketika hutan mereka hilang. menekankan betapa pentingnya peran hutan dalam kehidupan mereka.
Ketika masyarakat adat merasa putus asa dan kehilangan arah, mereka dihadapkan pada pilihan sulit untuk meninggalkan tanah kelahiran mereka.
Namun, di tengah kegelapan dan keputusasaan tersebut, muncul harapan melalui anak-anak masa depan. Mereka bersuara dengan penuh semangat dan membawa pesan harapan, menginspirasi masyarakat untuk terus bertahan dan memperjuangkan hak mereka. Gerakan tarian ini melambangkan kebangkitan semangat dan tekad baru, di mana generasi muda menjadi simbol harapan dan keberanian untuk melindungi dan memulihkan hutan yang merupakan ibu mereka.