Para tentara ini. Ditugaskan untuk memantau lokasi seorang Bandar Senjata dan tidak diperbolehkan untuk membunuh kecuali terpaksa. Oleh karena itu seorang pemimpin tim kemudian mengarahkan mereka semua untuk berpencar dan melaporkan pergerakan musuh dalam beberapa waktu ke depan. Tak lama kemudian sang bandar senjata pemilik dari pulau itu pun mulai terlihat. Sang Bandar terlihat sedang bersantai bersama istri dan anaknya. Namun tanpa mereka duga beberapa pasukan bersenjata juga datang ke lokasi tersebut. Nampaknya mereka akan melakukan transaksi besar-besaran. Dan di tengah perbincangan tiba-tiba kelompok penjahat itu menembaki keluarga sang Bandar dan bahkan langsung dihabisi satu persatu. Mereka semua sangat terkejut termasuk dua orang Operator Drone yang ikut menyaksikan dari layar monitornya. Ketika anak si Bandar senjata itu akan mereka habisi, para tentara ini memilih untuk melancarkan serangan. Dimulai dari seorang sniper yang langsung menembak si penjahat dan disusul serangan udara dari Drone untuk menutupi asal suara tembakan mereka. Dan pada saat itulah sang anak berhasil kabur dari para penjahat.