#imunisasi #tetanus #imunisasiTTibuhamil #imunisasiibuhamil #efeksampingsuntikTT #masyaallah #myfamily #doaorangtua
WHO merekomendasikan vaksinasi tetanus toksoid untuk semua ibu hamil. Imunisasi TT pada ibu hamil menurut WHO sangat dianjurkan jika ibu memiliki luka rawan tetanus atau tinggal di daerah tertinggal, di mana persalinan mungkin terjadi dalam kondisi yang tidak higienis.
Sejumlah manfaat vaksin TT pada ibu hamil, yaitu:
1. Melindungi ibu dari infeksi tetanus
Ibu hamil yang memiliki luka rawan tetanus harus imunisasi TT
Dengan mendapatkan imunisasi TT, tubuh akan membuat antibodi untuk melawan bakteri tetanus dan mencegah penyakit berkembang.
Antibodi akan diteruskan ke janin yang sedang berkembang di rahim sehingga ia juga terlindungi dari penyakit tetanus hingga mendapatkan vaksin TT pertamanya (usia 6-8 minggu) sebagai bagian dari vaksin DPT.
2. Melindungi bayi dari tetanus neonatal
Bagi bayi baru lahir, tetanus neonatal adalah kondisi yang sangat berbahaya. Bayi dapat terkena tetanus akibat alat potong tali pusat yang tidak steril dan luka tali pusat yang belum sembuh.
Akan tetapi, ibu yang telah mendapat vaksin TT dapat membantu memberi kekebalan pada bayi terhadap infeksi tersebut.
Aturan dan jadwal imunisasi TT pada ibu hamil
Jika Anda ingin mendapatkan vaksin TT, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter mengenai aturan pemberian maupun efek yang mungkin ditimbulkan.
Umumnya, aturan pemberian dan jadwal vaksin TT untuk ibu hamil adalah sebagai berikut:
1. Kehamilan pertama
Dokter akan menentukan dosis pemberian vaksin TT
Suntik TT tidak boleh dilakukan hanya sekali. Jika ini merupakan kehamilan pertama dan Anda telah memiliki jadwal vaksinasi rutin pada masa kanak-kanak dan dewasa, Anda hanya akan mendapat imunisasi TT pada ibu hamil 2 kali dengan minimal jarak 4 minggu di antara setiap dosis. Dokter pun akan memutuskan pada bulan kehamilan berapa Anda mendapat vaksin tersebut.
Sedangkan bagi Anda yang tidak memiliki riwayat vaksinasi atau catatan vaksinasi, Dosis pertama vaksin TT perlu diberikan sedini mungkin pada masa kehamilan.
Lalu, diikuti dengan dosis kedua pada 4 minggu kemudian dan dosis ketiga sekitar 6 bulan setelah pemberian dosis kedua (sebelum melahirkan).
Imunisasi TT pada ibu hamil dapat melindunginya dari penyakit tetanus hingga 3 tahun jika mendapat dua dosis vaksin, dan 5 tahun jika mendapat tiga dosis
2. Kehamilan kedua
Apabila Anda hamil kembali dalam waktu dua tahun sejak kehamilan pertama dan telah diberi dua dosis vaksin TT sebelumnya, maka Anda hanya perlu mendapat satu dosis penguat. Sementara itu, jika jarak antara kehamilan pertama dan kedua terlalu jauh, maka Anda perlu mendapatkan dua dosis vaksin.
Dokter akan menyuntikkan vaksin pada area yang minim rasa sakit, contohnya pantat. Biasanya rasa sakit di area suntikan berlangsung selama beberapa hari. Namun, untuk meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan, Anda dapat meletakkan kompres es pada area tersebut.
Jangan mengonsumsi ibuprofen untuk meredakan nyeri karena dianggap tidak aman bagi kehamilan. Jika Anda membutuhkan obat penghilang rasa sakit, konsultasikan pada dokter.
Efek samping vaksin TT untuk ibu hamil
Setiap proses vaksinasi pasti memiliki sejumlah efek samping, termasuk dalam pemberian vaksin tetanus pada ibu hamil. Vaksin TT untuk ibu hamil akan memberikan sejumlah efek samping, seperti nyeri, kemerahan, bengkak di area suntikan, demam, hingga sakit kepala. Efek samping ini bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya.
Namun, dalam sejumlah kasus, suntik tetanus bisa memicu syok anafilatik atau reaksi gatal. Untuk mencegah efek tersebut, pastikan Anda melakukan vaksinasi di penyedia layanan yang menjamin kebersihan alat-alat yang digunakan. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terutama untuk ibu hamil yang memiliki riwayat alergi.