Tears in heaven - Eric Clapton
tenor saxophone Joshua Redman Version
lagu ini diciptakan oleh Eric menyusul dua kejadian tragis yaitu kematian managernya dan menyusul buah hati nya. Dua kondisi tadi membuat Eric menyepi dan merenung. Setelah selesai dalam periode berkabung, beliau menulis lagu untuk soundtrack film Rush (1991). Lalu ditulislah lagu ini bersama Will Jennings tadi itu. Lagu ini sukses di Amerika dan Kanada, Eropa, serta Asia dan Amerika Selatan.
Menurut Eric dalam penjelasan di Wikipedia, lagu ini menjadi salah satu alat baginya untuk menyembuhkan diri. So, menulis lagu dan menyanyikannya menjadi suatu terapi yang berguna untuk menghilangkan trauma yang bersemayam di dalam dada. Meskipun sangat personal, lagu ini berhasil menyentuh hati banyak orang sehingga sukses mencatatkan berbagai pencapaian.
Lagu ini sebenarnya bersifat imajinatif dan reflektif tentang seorang ayah yang mengunjungi anaknya di surga.