Apa itu Whatsapp Pay ?

Опубликовано: 01 Июль 2026
на канале: Iconomics TV
2,039
35

WhatsApp sudah meluncurkan aplikasi pembayaran ini di India pada tahun 2018 lalu. Versi beta yang diluncurkan di India pada tahun lalu itu dicoba pada satu juta dari 400 juta pengguna WhatsApp di negara itu.

Namun, debutnya di India terhambat oleh regulasi yang mewajibkan WhatsApp menunjuk pihak ketiga sebagai auditor untuk menjamin data transaksi pengguna tersimpan pada server yang ada di India. Rencananya, WhatsApp Pay ini resmi diluncurkan pada akhir tahun ini.

Nah, seperti apa versi betanya?

WhatsApp Pay yang sudah dilucurkan dengan versi beta tersebut adalah layanan pembayaran berbasis Unified Payment Interface atau UPI. UPI adalah aplikasi smartphone yang memungkinkan pengguna smartphone untuk mentransfer uang antara rekening bank. Pada Maret 2019, hampir semua bank di India sudah terkoneksi dengan layanan UPI ini dengan nilai transaksi bulanan mencapai US$ 19 miliar.

Dengan menggunakan WhatsApp Pay, proses pengiriman uang menjadi semudah mengirim foto dan video di aplikasi.

Selama fase awal ini, WhatsApp Pay hanya bisa mengirimkan uang ke kontak mereka setelah mengaktifkan UPI ID. Pada Maret lalu, WhatsApp sudah memprekenalkan sistem Quick Response atau QR Code sehingga layanan mereka bisa digunakan untuk melakukan pembayaran seperti halnya Gopay dan Ovo di Indonesia.

Lantas bagaimana rencana WhatsApp di Indonesia?

Belum jelas seperti apa aplikasi pembayaran yang ditawarkan WhatsApp di Indonesia. Tetapi, kemungkinan tidak jauh berbeda dengan model yang ditawarkan oleh penyedia dompet digital yang sudah ada seperti GoPay, Ovo, Dana dan yang lainnya.

Untuk itu, WhastApp mesti mengajukan izin ke Bank Indonesia sebagai Penyelenggaran Jasa Sistem Pembayaran. Kalau bisa memenuhi persyaratan dan mendapatkan izin, kehadiran WhastApp Pay tentu akan menjadi ancaman bagi penyelenggaran dompet digital yang sudah ada.

Mengapa? WhatsApp di Indonesia sudah sangat popular. Menurut data yang dirilis Hootsuite pada Januari lalu, pengguna WhastApp di Indonesia mencapai 83% dari total pengguna internet yang diperkirakan mencapai 150 juta orang.

Tetapi, WhatsApp memiliki kelemahan. Meski unggul dari sisi potensi jumlah pengguna, tetapi WhatsApp tidak punya layanan transportasi online seperti Gojek. WhastApp juga tidak seperti Ovo yang didukung oleh jaringan ritel milik Lippo group.

Karena itu, kalua hendak bersaing head to head dengan Ovo dan GoPay, WhatsApp pay mesti mengakusisi merchant terlebih dahulu agar bisa menjadi alat pembayaran. Tentu itu butuh modal yang besar. Karena itu kolaborasi dengan dompet digital yang sudah ada tentu menjadi keniscayaan.