Perempuan-perempuan Pesisir : Kisah Perempuan Pesisir Desa Paremas Menghadapi Dampak Perubahan Iklim

Опубликовано: 21 Сентябрь 2026
на канале: Mayung Newsroom
451
13

Paremas merupakan satu dari banyak Desa di Pesisir Pulau Lombok yang terdampak akibat iklim yang tak menentu. Beberapa tahun yang silam, desa di Pesisir selatan Pulau Lombok tersebut setiap tahunnya terendam Ketika air laut pasang, selepas itu berbagai macam penyakit mengintai warga pesisir desa tersebut, seperti demam berdarah dan malaria.

Bukan hanya itu, akibat dari iklim yang tak menentu dan rusaknya ekosistem laut mereka, juga menyebabkan hasil tangkapan laut nelayan Desa Paremas dari hari ke hari kian merosot. Warga desa tersebut yang hampir tujuh puluh persennya merupakan nelayan tersebut hari banting setir mencari propesi pekerja lain yang secara kebiasaan tak akrab dengan keseharian mereka. Bahkan tak sedikit para kepala keluarga desa tersebut yang harus ke luar negeri untuk mencari peruntungan dengan menjadi Tenaga Kerja Indonesia di negeri jiran.

Namun, masalah tersebut sedikit demi sedikit kian menemukan solusinya. Sejak warga secara sadar bahu membahu mulai menanam pohon mangrove di sepanjang pesisir depan rumah mereka. Niatan awalnya sederhana, dengan ribuan mangrove tersebut mereka berharap kampung halaman mereka tak lagi terendam ketika air laut pasang.

Siapa sangka, rimbunnya mangrove yang mereka tanam tersebut bukan hanya menyelamtkan kampung mereka dari abrasi dan menjaga lingkungan mereka tetap bersih. Ternyata ribuan mangrove yang tumbuh di pesisir kampung mereka menjadi penyelamat ekonomi keluarga mereka.

Semua itu bermula ketika, sekelompok ibu-ibu pesisir yang ditinggal suaminya ke luar negeri menemukan inovasi untuk mengolah cangkang kepiting bakau menjadi krupuk. Berkat inovasi tersebut, kelompok ibu-ibu pesisir yang dipimpin Eli harniati berhasil menciptakan lapangan pekerjaan dan penghasilan tambahan bagi perempuan-perempuan pesisir Desa paremas.

Kini perempuan-perempuan tersebut tak lagi menggantungkan hidupnya dari hasil tangkapan laut para suami yang tak menentu, maupun kiriman dari luar negeri sana. Berkat produksi krupuk cangkang kepiting, mereka mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Baik untuk membeli kebutuhan sehari-hari maupun untuk sekedar uang jajan sekolah anak-anak mereka.

Dalam video yang berdurasi tidak terlalu Panjang ini, menceritakan tentang bagaimana imbunnya mangrove di Desa tersebut telah mampu menyelematkan lingkungan dan menjadi penopang ekonomi warga pesisir Desa Paremas.