Muslim Yang Bangkrut

Опубликовано: 06 Август 2026
на канале: Drama SaYa
167
25

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Mati Dalam Keadaan Masih Membawa Hutang, Kebaikannya Sebagai Ganti

Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Ibnu Majah juga membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai hutang.”


Hai sahabat, ngeri ya kalo kita nanti jadi muslim yang bangkrut 😱😭.

Udah susah payah cari pahala, eh diminta sama org yg dulu pernah kita dzolimi. 😵 Iya kalo kita punya pahala,, kalau enggak??? dosa dia yg bakal ditransfer ke kita 🤧😭. Naudzubillah~

Maka dari itu, sama siapapun harus baik hati ya. 😇

Kadang kita tidak sadar dan tidak tahu perilaku kita yg seperti apa yg bisa menyakiti orang lain. Kalau enggak ya,, lebih baik diam dr pada banyak cakap yg tak perlu 😊

Be kind ya all, dannn jangan lupa yg punya utang disaur lhoooo 😜

------

"Dalam sebuah hadis Rasulullah menyebutkan nanti dihari kiamat akan ada orang-orang yang menghadap Allah dengan membawa amal yang begitu banyak namun justru ia termasuk orang-orang yang merugi, bahkan Rasullullah menyebutnya merugi. Nah mengapa dan siapakah mereka yang dimaksudkan oleh Rasullullah?

Dikisahkan, Rasulullah Saw pernah berdiskusi dengan para sahabatnya tentang definisi orang yang merugi. "Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?" tanya Rasulullah.

Para sahabat berpendapat, orang bangkrut adalah mereka yang tidak mempunyai dirham maupun dinar.

Ada juga yang berpendapat mereka yang rugi dalam perdagangan. Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang bangkrut dari umatku adalah mereka yang datang pada Hari Kiamat dengan banyak pahala shalat, puasa, zakat, dan haji.

Tapi di sisi lain, ia juga mencaci orang, menyakiti orang, memakan harta orang (secara bathil), menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Ia kemudian diadili dengan cara membagi-bagikan pahalanya kepada orang yang pernah dizaliminya.

Ketika telah habis pahalanya, sementara masih ada yang menuntutnya maka dosa orang yang menuntutnya diberikan kepadanya. Akhirnya, ia pun dilemparkan ke dalam neraka." (HR Muslim, Tirmidzi, dan Ahmad).

Makna 'dilemparkan' adalah sebuah penghinaan dari Allah kepada manusia. Ketika seorang manusia yang justru tidak lagi tersisa sedikitpun pahalanya karena harus diberikan kepada orang lain yang ia dhalimi semasa hidup di dunia, maka ia akan 'dilemparkan' dengan dosa-dosa orang telah ia sakiti tersebut sebagai balasannya.

Kehidupan diakhirat tidak ada lagi kata maaf, yang ada hanyalah transaksional atau ganti rugi, ganti rugi bukan dengan harta benda maupun uang tetapi dengan pahala atau dosa.

Sehingga itulah makna orang-orang yang bangkrut atau merugi kata rasulullah. Artinya mereka orang yang banyak amal dan pahalanya namun banyak juga mereka melakukan dosa, baik dosa yang dilakukan dengan mata, tangan, lisan, dan perbuatan lainnya.

Oleh karena itu ketika nanti pada hari kiamat ia disidang di mahkamah Allah justru ia banyak membayar pahalanya kepada orang lain akibat kesalahan dirinya sendiri semasa hidup di dunia."


#dakwahlucu #hijrah #hijrahkekinian #berdakwahlewatseni