Menurutku, jasa dan pengorbanan orangtua adalah salah satu utang yang tidak akan pernah bisa terbayarkan seumur hidup. contoh sederhana adalah ketika kita terlahir ke dunia, ibu kita mempertaruhkan nyawanya dalam proses melahirkan kita. belum lagi perjuangan orang tua kita dalam membesarkan dan merawat kita mulai dari kecil hingga besar. belum lagi jika kita di sekolahkan, membeli mainan, menyia-nyiakan waktu, melawan terhadap perintah dan larangan mereka. Apakah kita sudah mampu membayarnya?
cinta berasal dari hati nurani, sedangkan nafsu berasal dari pikiran. pada umumnya seseorang memiliki rasa suka kepada lawan jenisnya cenderung karena nafsu. bagi saya tiada cinta pada pandangan pertama, yang ada adalah 'lust at first sight' atau nafsu pada pandangan pertama (karena orang buta sudah membuktikannya). cinta bukanlah sekedar perasaan, karena perasaan mudah datang dan pergi begitu saja. namun cinta identik dengan komitmen dan ketulusan (apapun yang terjadi engkau harus rela berkorban karena cinta bersifat tulus dan suci). untuk itu, sebelum kita menanam benih-benih cinta, taburlah di tanah yang tepat dan direstui oleh orangtua. Jangan tunggu benih itu semakin bertumbuh di tanah yang kurang direstui oleh orangtua apalagi jika benih cinta itu sudah berbunga, karena kita mungkin tidak akan tega melayukannya walaupun tanganmu sudah tertusuk duri.
Bukankah indah bila kita saling mencintai pasangan kita dan di restui pula oleh orangtua?
Jika kita ingin menjalin cinta, sebelumnya tanyakanlah pada diri kita,
apakah cinta sudah menjadi kebutuhan? atau hanya sekedar keinginan?
dan apakah kita sudah siap dengan segala konsekuensinya jika kita memilih cinta tanpa dukungan dari orangtua?
dan tanyakanlah kembali pada diri kita,
apakah kita sudah berbakti kepada orangtua?
dan sejauh mana kita sudah berbakti kepada orangtua?
bagi saya pribadi, saya akan mengutamakan orangtua (dalam masalah jodoh), karena saya meyakini cinta itu dapat untuk ditumbuhkan, dan dia akan berbuah yang subur dengan siraman niat yang tulus.