Katumbak, salah satu musik sinkretik Minangkabau merupakan kekayaan musikal masyarakat, berfungsi hiburan dalam berbagai hajatan masyarakat. Eksistensinya sempat tenggelam sebagai dampak kemajuan teknologi musik Organ Tunggal. Tradisi Katumbak menjadi menarik karena dapat menantang arus pertunjukan Organ Tunggal. Data kualitatif katumbak, faktor pengembangan aspek orkestrasi, instrumentasi, dan deskripsi konsep telah memicu bangkit kembali tradisi musik ini dari keterpurukannya di samping strategi seniman dalam aktivitas sosial masyarakat.
Pemusik memainkan harmonium, saat pertunjukan musik tradisi "Katumbak", di Pariaman, Sumatera Barat. Kesenian musik tradisi yang merupakan persilangan budaya Minang, Melayu dan India dengan ciri khas menggunakan harmonium dan gendang itu, kini sulit ditemui karena tersingkirkan oleh kesenian musik modern.