MENUNGGAL

Опубликовано: 08 Июнь 2026
на канале: Alif Fauzan
2,793
125

Antoni adalah seorang santri dari Aceh Singkil. Ia terpilih sebagai salah satu Adik SabangMerauke (ASM) yang pergi merantau ke Jakarta untuk mencari arti sebenarnya dari kata ‘Toleransi’.

Di daerah asal Antoni, konflik berkelanjutan antara umat Islam dan Nasrani membuat ia terbiasa untuk bersosialisasi hanya dengan kelompoknya saja. Seumur hidupnya, Antoni belum pernah mengenal satu pun orang lain yang berbeda agama.

Baru di SabangMerauke-lah Antoni untuk pertama kalinya memiliki teman-teman penganut agama lain, bahkan tinggal bersama keluarga Katolik. Hari demi hari berjalan, ia akhirnya belajar mengenal berbagai agama; mulai dari cara beribadah, waktu beribadah, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, Antoni juga belajar memahami lebih dalam mengenai toleransi, nilai-nilai perdamaian, juga budaya dan nilai kebangsaan Indonesia. Di rumah keluarga angkatnya, Antoni belajar menyesuaikan diri dengan segala yang sama sekali baru dan berbeda. Begitupun dengan keluarga Bapak Johan & Ibu Agnes Famili SabangMerauke (FSM) yang mencoba beradaptasi dengan penghuni baru di rumah mereka. Serupa tantangan, sekat perbedaan yang mulanya sulit diterima, perlahan tapi pasti mampu mereka runtuhkan. Semua luluh menyatu, menjadi satu, menjadi tunggal, menunggal.

Hingga akhirnya pada penutupan program SabangMerauke, Antoni memeluk dengan erat keluarga yang telah membimbingnya seperti darah daging mereka sendiri. Kehangatan penerimaan keluarga ini membuat Antoni merasa sangat kehilangan. Terlebih sebuah catatan dan pesan dari Ibu Agnes, membuatnya tersentuh dan haru.

“Satu hal itu adalah keberanian. Keberanian untuk mengubah apa yang kamu bisa ubah.”

Kelak saat Antoni kembali ke Aceh Singkil, kota kecil dengan kelam sejarah konflik agama, pesan inilah yang akan terus ia tanamkan dalam pikiran. Keberanian untuk mengubah apa yang bisa ia ubah, sekecil apapun itu.

Antoni sudah mengalami toleransi, sudahkah Anda?

#JakartaBerToleransi

====================

Credits

Director: Alif Fauzan
Assistant Director: Ulfa Yusa
Director of Photography: Alif Fauzan
Videographer: Alif Fauzan, Diyyas Sepdiyan, Dwi Ridwansyah, Adam Baihaq
Soundman: Diyyas Sepdiyan
Photographer for Parallax: Fachreza Aditya, Alif Fauzan
Editor Parallax: Aldi Kurnia
Copywriter: Evie Satriani
Editor Video: Alif Fauzan

====================

Gear using:

Canon M6
Sigma 35mm
Canon 15-45mm
Canon 70-200mm
Senheisser Clip On
Zoom H4N Audio Recorder

====================

Contact Person: [email protected]

====================

Akun sosial media gue yang lain:

TWITTER:   / alifxf  
INSTAGRAM:   / alifxf  
FANPAGE:   / alifxfvisual.  .

====================

Thanks to:
@vosfoyer
@jakartarumahku
@lumixindonesia