kata pengantar
Tanah adalah tempat kita berpijak dan menopang sebagian besar
kehidupan kita. Bahkan bagi sebagian besar Rakyat Papua tanah merupakan sumber hidup , seringkali satu-satunya. Uncapan”
tanah saya” bukan secedar bermakna sebagai arti kata-kata itu såja, tetapi acapkali berarti “ nyawa saya, kebahagian saya”
banyak kita lihat dan dengar kisah-kisah sedih karena orang-orang kehilangan tanah atau tanah nya terligat dalam sengketa.
Untuk itulah kami keluarga besar “ AP “ yang beraad di swaipak, Mardori dan lain- lain terutama yang berada di biakbarat
sedini mungkin nutuk menyusun Hikayat keluarga kami yang berasal dari Apbori, sekedar untuk dikenal, dihayati oleh
pewaris-pewaris yang ada maupun yang akan datang.
Tumpuan harapan serta cita-cita untuk mengelola Tanah pusaka ini, kami generasi yang menyusun Riwayat keturunan ini,
serahkan serta percayakan sepenuhnya kedalam kemampuan generasi penerus Marga “AP”
Kami sebagai pelaksana Wasiat/ahli waris yang akan membubuhi tanda tangannya pada akhir surat pernyataan yang akan kami buat tidak menghendaki
sesuatu yang lebbig dari ini yaitu:
Berusaha untuk menjahui/ menghindari sumber sengketa tanah
Berusaha untuk mengamankan Tanah asal warisan kami
Mengumumkan bagi warga masyarakat yang ada di daerah kecamatan Biak -Barat melalui Pemerintah desa sampan dimana Hak-hak kami
Tujuan utama menyusun Hikayat asal usul Keret Ap, bukan semata-mata untuk menaburkan benih-benih sengketa melainkan untuk mencegahnya serta penyelesain sendiri mungkin bila diperlukan.
Motto Kami:
Mencegah sengketa selalu lebih Baik dari memenangka