ibu...
pada sembilan dauh hijauh
engkau menulis kisah Tentang arti hulu kehidupan
ada aksara juang
melekat pada setiap tetes darah dan air mata
semuanya menyatu dalam riak air kasih yang tak berkesudahan
pada setiap sejuknya pagi
engkau menyulam harap
yang terbesit indah pada harumnya dapurmu
pada gumpalan asap yang memutih setiap hati
pada setiap senja sebelum jemput malam
engkau membuka pintu rumah yang teduh
menyiapkan bermacam menu dari hatimu
lembut teladanmu merasuk hati isi rumah
menyatu dalam aroma meja makan
dan kita kembali menenun satu cinta
yang mungkin tercecer oleh panasnya mentari keegoisan
luka-luka pada setiap kulit pohon rumah
tak kau biarkan bernanah
kasihmu selalu menyembuhkan
Oleh Boy Zanda
Bokua, 22/12/2022.