Peluncuran dan

Опубликовано: 20 Сентябрь 2026
на канале: Yayasan Riset Visual mataWaktu (@matawaktuorg)
282
15

Sebuah pembacaan ulang dari buku "East Timor: The Long Winding Road" (Aliansi Jurnalis Independen, 2010).
Buku yang mengisahkan kembali kejadian seperempat abad silam, tepatnya 25 Agustus 1999, di jantung Kota Dili. Eddy Hasby, seorang pewarta foto harian Kompas, tengah meliput kampanye putaran terakhir Dewan Nasional Perlawanan Timor atau CNRT. Menjelang jajak pendapat yang akan menentukan masa depan Timor Timur.
Eddy berada hanya satu blok dari Monumen Integrasi. Monumen yang dibangun sebagai simbol bergabungnya bekas koloni Portugis pada Juli 1976, sebagai provinsi termuda. Aneksasi wilayah yang dilakukan rezim Soeharto melalui invasi militer. Sejarah yang digoreskan dengan pena berdarah.
Namun, situasi berbeda terjadi. Posisi orang Indonesia mendadak berada dalam tekanan hebat. Apalagi setelah perhitungan suara mengungkap kebanyakan rakyat Timor Timur memilih: merdeka!. Saat horor mengharuskan semua pers Indonesia angkat kaki dari sana, Eddy malah memutuskan untuk tinggal dan merencanakan suatu liputan yang mendokumentasikan kedaruratannya dengan caranya sendiri.
Sebuah upaya meletakkan sejarah visual kita sebagai jejak mengikhtiarkan dekolonisasi, sekaligus membangun konstruksi histori masa depan kita.
Pemesanan buku dapat dilakukan melalui form https://go.matawaktu.org/pesanGateOfR...