Satu santri tersakiti, santri sedunia juga ikut sakit..ini adalah demo santri miftahul huda ke indomart manonjaya..karna santri putri disangka mencuri dan digeledah oleh pihak indomart,padahal cctv membuktikan santri tidak mencuri.
Agar tidak menjadi simpang siur, berikut saya sampaikan kronologi kejadian Santriah kami di #indomart manonjaya.
1. Kejadian terjadi sekitar jam 11.00 sampai proses cek re chek Maghrib menjelang riyadloh (komunikasi pihak indomart dengan unsur Keamanan).
2. Santriah kami masih kelas 2 ibtida, didampingi rois kamar kelas 3 Ma'had Aly Miftahul Huda.
3. Santri keluar pesantren Miftahul Huda dengan izin jarak dekat untuk kebutuhan berobat.
4. Karena tensi darah santriah 80° dan suhu tubuh agak panas (lesu) maka RC menyimpulkan untuk BELANJA KEBUTUHAN di Indomart.
5. Waktu itu, konsumen/pembeli tidak hanya santriah, tapi ada konsumen lain masyarakat setempat.
MENGAPA KEJADIAN PENISTAAN INI KAMI ANGGAP FITNAH UNTUK PARA SANTRI.
1. Mereka keluar dengan Pakaian Kesantrian (putih dan sarung).
2. Pengunjung Indomart tidak hanya santri, sehingga kalau Bagian Clean and Clear (pengawasan) akan memeriksa, tentu idealnya seluruh pengunjung waktu itu diperiksa.
3. Santriah (yang difitnah) didampingi pengurus, dan sakit. Alasan dan motif apa sehingga Tuduhan menghilangkan barang (versi karyawan ada empat barang, tapi tersisa tiga item) dialamatkan ke santriah tersebut.
4. Toko dilengkapi CCTV (kata karyawan cctv mati, tapi setelah diperiksa cctv hidup dan tidak ada adegan santriah mencuri), apakah prosedur indomart itu GELEDAH DULU BARU CCTV, atau CCTV dulu baru geledah.
5. Pemanggilan dan Penggeledahan diketahui pengunjung lain, dan setelah tidak terbukti tidak ada klarifikasi kepada yang lain bahwa NENG SANTRIAH TIDAK MENCURI.
6. Kalau kejadian ini, hanya ke alfaan petugas, bukan kesalahan toko/management. Kenapa karyawan lain (kasir dll) meng amini dan meng iyakan tindakan pemeriksaan itu. Asumsi kami (mungkin salah), ini bagian dari prosedural Management indomart dan atau kesepakatan tidak tertulis karyawan.
Peristiwa Ini kami laporkan kepada Masyayikh Kami (Abah pasca riyadloh dan Eyang ketika rapat pengurus hari kamis menjelang shalat dzuhur).
Intruksi Pimpinan Umum,
1. INDOMART, harus meminta maaf di Media Nasional, karena ini berkaitan dengan Marwan Santri dan Pesantren.
2. Ekspresi Kekecewaan diutarakan dengan santun dan berwibawa.
3. Balanja diwarung tatangga
Kalau ada informasi tambahan/ ada informasi fakta tebalik dari pihak management, kami menunggu.
Sekretaris
Dodo Am
Ketua BPMH
Hiazd New