nah jadi di vedio kali ini saya sharing sama temen-temen hack life sedikit buat fixsasi di pasien posisi LLD nah dimana kan harus ada benda untuk mengganjalnya kaset di bagian belakang, nahn jadi temen-temen bisa melakukan dengan cara ini,
#radiologi
#radiografer
#abdomen3posisi
tag:
Proyeksi pemeriksaan Abdomen 3 posisi,
Proyeksi Abdomen Akut disebut juga dengan Proyeksi pemeriksaan, Abdomen 3 posisi yaitu, :
AP
Setengah duduk
LLD
Proyeksi pemeriksaan AP
Persiapan pasien = Pasien dianjurkan untuk membuka baju hanya di sekitar perut saja
PP (Posisi pasien) = Pasien dalam posisi Supine atau tidur terlentang
PO (Posisi Objek) = Pusatkan MSP (Mid Sagital Plane) pada meja pemeriksaan dan pelvis usahakan tidak terjadi rotasi (Terlihat dari kedua SIAS berjarak sama dikedua sisinya)
Ukuran kaset = 30x40 cm Vertikal
CR = Tegak lurus Vertikal
CP = Pada umbilikus (Pusar) sekitar 3jari di atas Crista iliaca
Luas lapangan kolimasi = Batas atas T11 dan T12 harus tampak dan batas bawah sympisis pubis harus tampak
FFD = 100cm
Marker = R/L Orientasi AP
Memakai Lysolm/Grid
Intruksi ekposi = Tarik napas,,,,,keluarkan nafas,,,,Tahan napas.
Kriteria gambaran : T11,T12 tampak, Columna Vertebrae, Sympisis pubis, Crista iliaca, Ischium,Ileum, Vertebrae Lumbal, dan Fisika urinaria.
Kriteria Evaluasi :
Tampak kontur liver (Hati), ginjal, dan keadaan dalam abdomen, tampak sedikit costae dan processus spinosus, columna vertebrae pada satu garis lurus.
Kedua SIAS terlihat simetris, os iliaca simetris.
Proyeksi pemeriksaan Setengah duduk
PP (Posisi pasien) = Pasien duduk di meja pemeriksaan dengan MSP (Mid Sagital Plane) tubuh sejajar dengan kaset, kedua tangan lurus disamping tubuh.
PO (Posisi Objek) = Kaset berada di belakang tubuh pasien, aturlah batas atas procxypoid dan batas bawah sympisis pubis, pelvis dan shoulder tidak mengalami rotasi.
Ukuran kaset = 30x40 cm Vertikal
CR = Tegak lurus Horizontal
CP = pada umbilikus (Pusar) atau 3jari di atas crista iliaca
FFD = 100 cm
Luas lapangan kolimasi = Batas atas T11,T12 dan Batas bawah Sympisis pubis.
Marker = R/L Orientasi AP
Memakai Lysolm/grid
Intruksi ekposi = Tarik nafas,,,,Keluarkan nafas,,,,Tahan nafas.
Kriteria gambaran : Tampak columa vertebrae, T11 dan T12, Sympisis pubis, Crista iliaca, Vertebrae Lumbal dan Fisika Urinaria
Kriteria Evaluasi :
Proyeksi ini bertujuan untuk memperlihatkan daerah sekitar diafragma
Proyeksi pemeriksaan LLD
Persiapan pasien = Pasien tetap posisi miring (LLD) selama 10 atau 20 menit sebelum dilakukan eksposi untuk memberikan kesempatan udara bebas agar naik hingga daerah permukaan atas rongga peritoneum.
PP (Posisi Pasien) = Pasien berbaring miring dengan sisi kiri tubuh menempel pada meja pemeriksaan. kedua lengan ditekuk dengan lutut diletakkan agak ke depan bidang anterior abdomen.
PO (Posisi objek) = Kaset dan grid dengan ukuran sesuai kebutuhan dipasang dibelakang punggung secara vertikal dan diganjal agar posisinya terfiksasi. Pertengahan kaset berada pada garis yang menghubungkan kedua Crista iliaca. Bidang median sagital (MSP) berada sejajar dengan meja pemeriksaan dan tegak lurus kaset. Kaset harus mencakup diafragma
Ukuran kaset = 30x40 cm Horizontal
CR = Tegak lurus Horizontal
CP = Pada Umbilikus (Pusar) atau 3jari di atas Krista iliaca
FFD = 100cm
Marker = L Orientasi AP
Kriteria gambaran : Vertebrae Lumbal, Diafragma, Krista iliaca, T11 dan T12
Kriteria Evaluasi =
Diafragma dan Abdomen bawah terlihat
Batas air dan udara (air-fluid level) di abdomen dengan detail soft tissue tampak di anterior abdomen
Tujuan dari masing-masing posisi :
Proyeksi AP : Memperlihatkan ada/tidaknya penebalan/distensi pada kolon yang disebabkan karena massa atau gas pada colon itu.
Proyeksi AP Setengah duduk :Untuk menampakkan udara bebas di bawah diafragma.
Proyeksi LLD (Left lateral Decubitus) : Untuk memperlihatkan air fluid level atau udara bebas yang mungkin terjadi akibat perforasi colon.
Kenapa Harus LLD tidak RLD ?
Supaya terpisah dengan udara di lambung, pada pasien yang mengalami kebocoran dinding usus, udara akan berada pada permukaan teratas. Jika dibuat foto RLD, udara bebas itu akan tampak menyatu/bercampur dengan udara di usus sehingga patologis sulit dinilai.
Tujuan pada saat eksposi pasien disuruh menahan nafas setelah ekspirasi penuh ?
Pada saat menahan nafas pergerakan usus berhenti, diafragma akan naik dan gambaran abdomen akan jelas.