TRIBUN-VIDEO.COM- Kisruh pernikahan yang tidak direstui orangtua kandung viral di media sosial.
Menurut informasi, kericuhan acara pernikahan ini terjadi di Gereja HKBP Tanjungmulia, Kota Medan.
Adapun pihak yang terlibat kericuhan yakni Asima Mariati Ema dan keluarga calon besannya.
Asima Mariati Ema meradang saat tahu anak perempuannya bernama Reftania Yanti Nainggolan akan menikah diam-diam.
Saat kejadian, Reftania Yanti Nainggolan menikah dengan seorang laki-laki tanpa sepengetahuan sang ibu. Tak pelak, sang ibu ribut di depan Gereja HKBP Tanjungmulia.
Kepala Lingkungan 19 Tanjungmulia Hilir, Zetro menjelaskan, saat pernikahan Reftina Yanti Naninggolan, acara diurus oleh pihak keluarga Nainggolan, yang tak lain keluarga besar dari mendiang suami Asima Mariati Ema.
"Kalau komunukasinya antara ibu memplai wanita dengan keluarga suaminya, saya enggak mengerti bagaimana. Di sini titik permasalahannya," kata Zetro, Minggu (30/1/2022).
Diduga, komunikasi antara Asima dan keluarga mendiang suaminya tidak berjalan baik. Sehingga, acara pernikahan sepenuhnya dipegang oleh keluarga besar marga Nainggolan.
Apalagi, sempat beredar kabar bahwa Reftina dan ibu kandungnya ini tidak cocok berkomunikasi, sejak sang ibu menikah lagi dengan pria marga Simanjuntak.
"Jadi dia (Reftina) mengontrak rumah lain dengan adik-adiknya beda wilayah," kata Zetro.
Terkait video viral anak nikah di gereja tanpa restu orangtua ini, Tribun-Medan.com masih berupaya mengonfirmasi pihak Gereja HKBP Tanjungmulia.
Tribun-Medan.com juga berupaya mencari alamat Asima Mariati Ema untuk melakukan wawancara langsung.
Dalam video yang viral, Asima Mariati Ema tak henti-hentinya berteriak.
Diketahui, anak perempuannya bernama Reftania menikah dengan seorang lelaki yang disebut Ema sebagai pengangguran.
Dalam video itu disebutkan, Ema sempat pergi menemui pendeta di Gereja HKBP Tanjungmulia, Medan sebanyak empat kali untuk menanyakan bagaimana kejelasan atas proses pernikahan putrinya, Reftania.
Ia ingin mengetahui bagaimana mungkin Reftania dapat melakukan proses malua, martumpol hingga pemberkatan pernikahan tanpa ada persetujuan dari dirinya selaku orangtua.
Ternyata, setiap Ema menemui pendeta Gereja HKBP Tanjungmulia yang bernama O Sihite, dia mendapat jawaban yang berbeda-beda.
Tidak ada penjelasan sama sekali bagaimana proses pernikahan anaknya tersebut.
"Jadi ini kubilang sama kalian, bahkan ke Pendeta HKBP Tanjungmulia. Saya sudah datang 4 kali. Sebentar katanya, saya terima. Inilah HKBP Tanjungmulia yang menyetujui bahwasannya saya sebagai orang yang melahirkan anak saya, putri kandung saya, saya besarkan dari lahir sampai dia jadi sarjana."
Karena tidak mendapat penjelasan dari pihak gereja, Asima Mariati Ema awalnya sudah menerima pernikahan putrinya, Reftania.
Hingga akhirnya pada hari pernikahan sang putri, ia datang ke Gereja HKBP Tanjungmulia, Medan bersama adik Reftania untuk mengucapkan selamat atas pernikahan Reftania bersama sang suami.
Tapi sayang, niat baik Ema tidak mendapat respon yang baik dari pihak keluarga yang menjadi wakil dalam pernikahan sang putri.
Ema beserta anaknya (adik Reftina) dilarang untuk mengucapkan selamat kepada Reftania beserta suaminya.
Karena dilarang menemui dan mengucapkan selamat kepada putrinya, Ema kecewa dan protes di Gereja HKBP Tanjungmulia.
Asima Mariati Ema pun mengungkapkan bahwa dirinya merupakan orangtua tunggal yang membesarkan anaknya seorang diri hingga sang anak dapat menjadi sarjana dan mendapatkan pekerjaan yang bagus.
Karena hal tersebut, dia merasa sedih karena keluarga pihak laki-laki yang menikahi anaknya tidak ada melakukan izin kepada dirinya sebagai orangtua.
Ia juga menambahkan, bahwa dirinya merasa sang putri, Reftania hanya dimanfaatkan oleh suaminya yang tidak memiliki pekerjaan sama sekali.
Setelah melakukan aksi protesnya, akhirnya Ema diberi kesempatan untuk bertemu dengan anaknya, Reftania di dalam ruangan Gereja HKBP Tanjungmulia, Medan.
Ema pun langsung mengucapkan selamat atas pernikahan putrinya, Reftania.
"Selamat ya nak ku ya, selamat bahagia ya nak ku ya, ingat kau kalau aku mamakmu? Kenapa kau gak pernah datang ke rumahku?" ucap Ema kepada Reftania.
Reftania pun menjawab bahwa dirinya ingat terhadap ibu kandungnya tersebut.
"Iya mak, iya ingat," ujar Reftania kepada Ema.
Meski Reftania mengaku masih mengingat sang ibu, dalam video terlihat Reftania tidak menyentuh atau memeluknya ibunya tersebut meski sudah didoakan sang ibu agar pernikahannya bahagia selalu.(jun/tribun-medan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Ricuh Pernikahan di Gereja HKBP Tanjungmulia, Kepling Beber Pemicu Keributan, https://medan.tribunnews.com/2022/01/....
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Array A Argus