Salebu adalah desa di kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Desa Salebu hanya berjarak 3 Km dari pusat pemerintahan kecamatan Majenang. Sebagian besar wilayah Desa Salebu merupakan perbukitan dan hanya sedikit dataran rendah dibagian selatan.
Dinamakan desa salebu karena terkait dengan Sejarah Panembahan Senopati menyerang Cirebon dan melalui Salebu. Desa ini kemudian dibumi hanguskan karena masih menjadi wilayah Cirebon. Semua rumah terbakar habis menjadi lebu (abu) dan sejak saat itu jadilah pedukuhan bernama Salebu.
Padukuhan Salebu menjadi sebuah desa yang ramai dan memiliki sebuah padepokan di Gunung Padang sebagai pusat pertumbuhan budaya Sunda dari Jawa yang diberi nama Padepokan Cendana, Ini ditandai dengan adanya patung sapi dan batu yang menunjukan bahwa Padepokan Cendana merupakan peninggalan zaman Hindu. Keramat Cendana Gunung Padang menyimpan banyak misteri masa lalu, ini ditandai dengan peninggalan-peninggalan masa lalu seperti: Batu Babahanan, Batu Bedil, Batu Ranjang, Batu Tropong, Gua (Liang Biuk), Patung Sapi, dan Sendang Suci (Pancoran).
Desa Salebu juga mengenal budaya sidekah kupat atau babarit kupat, seperti wilayah-wilayah lainnya di Kecamatan Dayeuhluhur. Sedakah kupat dilaksanakan setiap tahun tepatnya di hari rabu wekasan. Sidekah Kupat merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh masyarakat.
Budaya sidekah kupat berawal dari cerita bahwa pada masa lalu ada rombongan dari tanah pasundan melintas di Kawasan yang kini dikenal sebagai wilayah Kecamatan Dayeuhluhur dan sekitarnya. Masyarakat setempat lantas memberikan sambutan di tiap batas desa dengan memberikan bekal berupa ketupat untuk pasukan Siliwangi.
Selanjutnya, tradisi ini terus dilakukan sebagai pesan bahwa masyarakat Dayeuhluhur dan sekitarnya sangat mengagungkan para tamu. Masyarakat setempat akan menyambut, menjamu, dan menjamin keselamatan setiap tamu selama berada di wilayahnya.
Rangkaian Sidekah Kupat berupa kegiatan bersih2 kampung dan jalan, pembuatan ketupat, hingga pelaksanaan Sidekah Kupat di pagi hari sesuai jadwal yang berbeda di tiap titik batas desa. pada saat Sidekah Kupat, Warga Desa yang bersedekah ketupat, menyampirkan ketupatnya di palang bambu batas desa, dan acara akan dibuka dengan sambutan sesepuh dusun/desa, dilanjutkan pengucapan Ijab Sidekah oleh Juru Kunci, dan ditutup doa bersama. Setelahnya semua warga yang melaksanakan sidekah akan duduk makan bersama di sepanjang jalan dari bekal ketupat yang mereka bawa sendiri
Dalam pelaksanaan babarit kupat sesepuh hanya mendoakan dan meminta kepada sang maha pencipta untuk memberikan rahmat hidayahnya agar masyarakat dijauhkan dari marabahaya dan kehidupannya selalu aman damai dan sejahtera.
Sidekah kupat yang dilaksanakan oleh masyarakat memiliki beberapa hal positif bagi kehidupan masyarakat yaitu: 1) terkait dengan keharmonisan bermasyarakat, 2) keikhlasan, 5) memupuk nilai kedermawanan, dan 6) sebagai bentuk pelestarian budaya.
#indonesia #budaya #cilacap #sejarah #wisata #dayeuhluhur #pajajaran