pertemuan senja itu, di pintu malam itu
di tempat itu, aku mengingatnya selalu
hari demi hari setelah itu, tak kunjung rinduku berhenti bersendu
rinduku selalu menyanyikan lagu kerinduanku
di palung hati, di ruangan kedap suara
yang bahkan sajak sajak untuk bertemu pun tak mampu
di sanalah ruang rinduku
rinduku selalu beralasan untuk tetap merindu
tak seperti bunga mawar
ia tak punya duri untuk menusuk jari jari dan jemari mimpimimpinya hanya satu, bertemu
bukan hanya jasadnya yang saling beradu
namun pertemuan antara dua hati yang saling merindu
di dasar hati, di palung hati
ia tak ingin perasaan yang lain tahu ia singgah disana
yang ia inginkan hanya perasaan rindu dari pasangan rindunya
di ruang kedap suara, ia tak ingin mendengar suara
sebab ia berada disana
karena ia tak ingin suara lain masuk selain suara rindunya
di sanalah sebuah bingkisan rinduku
hanya untuk perasaan rindu,dari rindu,
untuk rindu