IKAN CHANNA HITAM | BLACK CHANNA
Diterjemahkan dari bahasa Inggris-Channa adalah genus ikan pemangsa dalam famili Channidae, umumnya dikenal sebagai snakehead, asli habitat air tawar di Asia. Genus ini mengandung sekitar 50 spesies yang dideskripsikan secara ilmiah. Wikipedia (Inggris)
Duduk lama di depan akuarium dan memandangi ikan hias kini menjadi salah satu cara mengusir penat di sela aktivitas bekerja atau belajar dari rumah selama pandemi. Apalagi, jika ikan yang dilihat merupakan kerabat gabus atau yang belakangan populer disebut channa.
Istilah channa mengacu pada nama ilmiah family Channidae. Ikan ini juga dikenal sebagai emperor snakehead lantaran bentuk kepalanya menyerupai ular. Ada referensi yang menyebut bahwa channa memiliki 50-an spesies yang tersebar di seantero Asia (Channa) hingga Afrika (Parachanna).
Tidak hanya Asia, gabus juga ditemukan di Amerika. Ikan ini disebut-sebut masuk ke negeri Paman Sam dibawa oleh penghobi—karena kewalahan lantaran ukurannya besar—akhirnya melepaskan ikan itu ke sungai. Pihak berwenang kemudian memburu dan memusnahkan ikan ini karena dianggap mengganggu ekosistem setempat.
Di kalangan pencinta di Tanah Air, channa sudah tidak asing di telinga. Pedagang di pasar ikan dan toko ikan langsung paham begitu kita tanya apakah mereka punya stok ikan agresif ini. Maklum, biasanya ada pedagang yang tidak langsung meletakkan ikan ini diakuarium displai karena alasan keterbatasan tempat.
Gabus merupakan salah satu ikan predator yang biasa memangsa ikan jenis lain yang lebih kecil. Karena bersifat teritorial, channa juga menyerang sesama yang masuk ke wilayahnya. Karena itu, gabus biasanya dipelihara sendirian (single tank), mirip saudara jauhnya, arwana.
Selain anakan, hanya gabus dewasa yang sudah berjodoh yang dapat dipelihara dalam satu tempat. Itu pun cukup sulit memadukan keduanya karena ikan jantan dan betina tidak selalu cocok menjadi pasangan. Keluarga gabus biasanya memasangkan diri sejak mereka masih dalam bentuk koloni (masih muda).
”Saya suka channa karena tidak terlalu sulit memelihara. Gabus tahan banting. Ia bisa hidup di air minim oksigen. Ikan ini tidak butuh peralatan, seperti aerator hingga pemanas (heater) layaknya ikan lain. Jadi listriknya lebih irit dan pakannya gampang,” ujar Aldi Tio Fanny (19), salah satu penghobi di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (11/7/2020).
#UsahaKita #IkanChanna #Ikantoman #BlackChanna