Salah satu momentum yang paling diingat pada peristiwa ini adalah ketika Gus Dur keluar istana dengan hanya mengenakan celana pendek dan kaos kerah berwarna abu-abu sambil melambaikan tangannya. Saat itu, Gus Dur keluar ke teras istana dengan didampingi putrinya, Yenny Wahid dan beberapa orang dekatnya. Semula Gus Dur bertekad tetap bertahan tinggal di istana dengan dalih memperjuangkan kebenaran. Namun sikapnya berubah setelah mendengar kabar banyaknya massa santri dan simpatisan dari Jawa Timur yang akan datang ke Jakarta untuk membelanya. Pemakzulan Presiden ke-4 RI yang dipimpin Amien Rais memantik kemarahan para santri NU dan simpatisan Gus Dur. Basis massa yang dipelopori warga Nahdliyin itu juga sempat mengepung Istana Presiden dan Gedung DPR-MPR di Jakarta. Rupanya beberapa kiai, salah satunya Kiai Iskandar mengatakan, beberapa ribu santri sudah berdatangan. Di depan istana berdemo, saling berbalas-balasan, saling adu suara. Waktu itu, beliau mendapat laporan ribuan akan datang dan siap berjihad untuk pemimpin mereka (Gus Dur)," kata putri Gus Dur, Alissa Wahid saat memperingati haul ayahnya, Jumat 21 Desember 2018.
Namun demikian, justru kabar tersebutlah yang membuat Gus Dur tegas untuk meletakkan jabatannya sebagai presiden. Sebab, menurut Alissa, tak ada satu jabatan yang patut dipertahankan Gus Dur dengan mengorbankan masyarakatnya.
#gus dur #turunistana #gusdursanggurubesar #NU #pengorbanan# pahlawankemanusiaan #karmaamienrais #kekonyolanamienrais #gusdurhebat #waliyullah #Nahdlatululama