Prabu Duryudana bersama gurunya Begawan durna dan senopatinya sengkuni, tengah menerima tamu Patih Brajadenta dari Ksatrian Glagahtinunu.
Kedatangan Brajadenta adalah untuk meminta nasihat kepada Raja Astina bagaimana dia harusnya bersikap, karena sebentar lagi akan dinobatkan Gatotkaca, putra Bima dan Arimbi, menjadi Raja Pringgondani. Sebenarnya dia tidak perlu begitu, karena dulu ketika kakaknya Prabu Arimba ( penguasa pringgondani sebelumnya), dikalahkan oleh Bima, kemudian Bima menikahi Arimbi yang merupakan kakaknya juga, Brajadenta beserta adik-adiknya (Brajamusti, Brajalamatan, Brajawikalpa dan Kalabendana ), bersumpah untuk menyerahkan Kerajaan Pringgondani kepada kakak perempuannya itu,..”Mongso borongo, aku tak manut sopo sing dadi penguasa pringgondani mengkone”
Begawan Durna dan Sengkuni kemudian menghasut hati dan pikiran Brajadenta, bahwa dialah sebenarnya yang berhak memegang tampuk kerajaan Pringgondani, bukannya Gatotkaca yang hanya anak dari kakak perempuannya arimbi. Begawan Durna menceritakan bagaimana perang dengan ayah pandawa (Prabu Pandu), menewaskan Prabu Tremboko ayah dari Brajadenta. Kemudian ditambah cerita patih Sengkuni tentang Werkudoro yang membunuh kakak mereka tertua Prabu Arimba. dan memanas manasi bahwa Arimbi malah membelot menikah dengan Werkudoro. karena dipanasi Brajadenta tambah marah dan bersumpah merebut tahta Pringgondani.
Credit : https://caritawayang.blogspot.com/201...