Syekh Sa'duun Al Hamaadi - Salafi Pemecah Belah Umat ?

Опубликовано: 13 Июль 2026
на канале: Andry Nur Iman
512
18

Mengajak kepada kemurnian kepada agama Islam, mengikuti Al Qur'an dan As Sunnah sesuai pemahaman Salafush shaleh , mengajak kepada manhaj dan Aqidah yang Haq justru dituduh pemecah belah

Sementara persatuan yang bathil, persatuan lintas manhaj , Syiah , Khawarij, Shufiyah, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, Jamaah Tabligh dianggap sebagai persatuan yang Haq

Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara. (QS Ali Imran:103)

Al Qurthubi berkata tentang tafsir ayat ini,“Sesungguhnya Allah Ta’ala memerintahkan persatuan dan melarang dari perpecahan. Karena sesungguhnya perpecahan merupakan kebinasaan dan al jama’ah (persatuan) merupakan keselamatan.” [Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an 4/159.]

Al Qurthubi juga mengatakan,“Maka Allah Ta’ala mewajibkan kita berpegang kepada kitabNya dan Sunnah NabiNya, serta ketika berselisih kembali kepada keduanya. Dan memerintahkan kita bersatu di atas landasan Al Kitab dan As Sunnah, baik dalam keyakinan dan perbuatan. Hal itu merupakan sebab persatuan kalimat dan tersusunnya perpecahan (menjadi persatuan), yang dengannya mashlahat-mashlahat dunia dan agama menjadi sempurna, dan selamat dari perselisihan. Dan Allah memerintahkan persatuan dan melarang dari perpecahan yang telah terjadi pada kedua ahli kitab”. (Al-Jami’ Li Ahkamil Qur’an 4/164)

Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi rahimahullahu berkata :

Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi rahimahullahu berkata :

"Tidak boleh bagi pengikut kebenaran untuk bersatu dengan pengikut kebatilan. Tidaklah hal ini (persatuan antara semua kelompok) kecuali penipuan. Karena kemenangan tidak akan terwujud kecuali dengan kebenaran saja. Adapun kebatilan maka kita tidak boleh bersatu dengannya namun kita harus menjauhinya…..Adapun para pengekor hawa nafsu (kelompok sesat) mereka menginginkan untuk kita bersatu dengan mereka. Akan tetapi seorang penuntut ilmu salafi yang berjalan diatas agama Allah, diatas Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan pemahaman para salafush shaleh tidak boleh bersatu dengan mereka.(Ru’yah syar’iyyah lil fitan wa an nawaazil fi as-sahah al-iraqiyah hal.29-30 oleh Hasan Al-‘Iraqi)

Muhammad bin Sirin rahimahullah, ia berkata:

Orang-orang dahulu mengatakan, sesungguhnya mereka (berada) di atas jalan (yang lurus) selama mereka meniti atsar (riwayat Salafush Shalih)Al Muntaqa Min Syarh Ushulil I’tiqad Ahlis Sunnah Wal Jama’ah, hlm. 42, no. 36)

Al Auza’i rahimahullah, ia berkata:

Sabarkanlah dirimu (berada) di atas Sunnah. Berhentilah di tempat orang-orang itu (Ahlus Sunnah, Salafush Shalih) berhenti. Katakanlah apa yang mereka katakan. Diamlah apa yang mereka diam. Dan tempuhlah jalan Salaf (para pendahulu)mu yang shalih, karena sesungguhnya akan melonggarkanmu apa yang telah melonggarkan mereka.(Al Muntaqa Min Syarh Ushulil I’tiqad Ahlis Sunnah Wal Jama’ah, hlm. 56; Al Ajuri di dalam Asy Syari’ah, hlm. 58; Limadza, hlm. 104)



Referensi: https://almanhaj.or.id/25612-kewajiba...


https://abdurrahmanthoyyib.com/2017/0...

Sumber: https://muslim.or.id/6884-bersatu-dan...