"Filsafat Barat" Blaise Pascal

Опубликовано: 17 Июль 2026
на канале: Sekolah Kehidupan
181
9

Blaise Pascal (lahir di Clermont-Ferrand, Prancis, 19 Juni 1623 – meninggal di Paris, Prancis, 19 Agustus 1662 pada umur 39 tahun) berasal dari Prancis. Minat utamanya ialah filsafat dan agama, sedangkan hobinya yang lain adalah matematika dan geometri proyektif. Bersama dengan Pierre de Fermat menemukan teori tentang probabilitas. Pada awalnya minat riset dari Pascal lebih banyak berfokus pada bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan, di mana dia telah berhasil menciptakan mesin penghitung yang dikenal pertama kali. Mesin itu hanya dapat digunakan untuk menghitung.
1. Le coeur a ses raison ne connait point (Hati mempunyai alasan-alasan yang tidak dimengerti oleh rasio) adalah ungkapan Pascal yang sangat terkenal. Dengan pernyataan ini Pascal tidak bermaksud menunjukkan bahwa rasio dan hati itu bertentangan. Hanya saja menurut Pascal, rasio atau akal manusia tidak akan sanggup untuk memahami semua hal. Baginya "hati" (Le coeur) manusia adalah jauh lebih penting.
Hati yang dimaksudkan oleh Paskal tidak semata-mata berarti emosi. Hati adalah pusat dari segala aktivitas jiwa manusia yang mampu menangkap sesuatu secara spontan dan intuitif. Rasio manusia hanya mampu membuat manusia memahami kebenaran-kebenaran matematis dan ilmu alam. Dengan memakai hati, manusia akan mampu memahami apa yang lebih jauh daripada itu yakni pengetahuan tentang Allah.
Kebenaran tidak hanya diketahui oleh akal saja tetapi juga dengan hati, bahkan menurut Paskal untuk dapat mengenal Allah secara langsung manusia harus menggunakan hatinya. Dengan demikian Paskal hendak menegaskan bahwa rasio manusia itu memiliki batas sedangkan iman tidak terbatas.
2. Le Pari atau "Pertaruhan" adalah argumen Pascal lainnya yang terkenal. Gagasan ini terkait dengan persoalan mengenai ada tidaknya Allah dalam sejarah filsafat. Ada orang-orang-orang skeptik yang kerap kali mencemooh orang-orang Kristen yang percaya bahwa Allah itu ada sementara mereka sendiri tidak dapat membuktikan secara rasional bahwa Allah itu tidak ada. Ia kemudian membuat sebuah pertaruhan mengenai ada atau tidaknya Allah.
Dalam hal ini Pascal mengambil posisi sebagai orang yang percaya akan adanya Allah. Alasannya, bila ternyata Allah memang ada, orang-orang yang percaya kepada Allah akan menang dan hidup berbahagia bersama Allah yang diimani di sorga kelak. Sementara bila ternyata Allah memang tidak ada dan orang-orang percaya kalah maka mereka tidak akan menderita kerugian apapun. Hidup baik yang telah mereka jalani selama berada di dunia sudah merupakan keutamaan yang membuat kehidupan mereka dan orang lain bahagia.
Sebaliknya, bagi orang-orang tidak percaya, apalagi yang hidup seturut kehendak mereka sendiri, bila ternyata Allah tidak ada, selama hidup mereka merugikan orang lain dengan kesembronoan mereka. Sementara bila ternyata Allah ada, mereka akan dihukum dalam neraka karena selain tidak mempercayai Allah, hidup mereka pun jauh dari menyenangkan hati Allah.

Kesimpulannya, menurut Pascal, lebih baik percaya pada Allah ketimbang tidak percaya kepada-Nya.



Jangan lupa untuk subscribe dan like, support kami terus. Semoga Bermanfaat
Sumber : School Of Life

“Jangan Mengebiri diri dengan fana intuisi, mulai dari sekarang baca dan lihatlah situasi”