Dieng! Candi Bima|Kawah Sikidang|Telaga Warna|Candi Arjuna|4K|Cinematic video

Опубликовано: 16 Май 2026
на канале: DG long
231
3

Dieng adalah sebuah desa di kecamatan kejajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Desa Dieng berjarak sekira 9 km dari ibu kota kecamatan atau 26 Km dari ibu kota Kabupaten Wonosobo.
Dieng tidak hanya identik dengan wisata alam saja, seperti pegunungan-pegunungan yang indah, kawah-kawah maupun telaga-telaga Dieng yang terhampar luas. Di Dieng inilah Anda juga dapat menikmati sajian wisata sejarah berupa bangunan candi. Ada beberapa komplek bangunan candi yang wajib dikunjungi seperti Komplek Candi Arjuna. Ada satu yang berbeda diantara candi-candi Dieng lainnya yaitu bangunan candi yang satu ini adalah Candi Bima Dieng. Candi Bima Dieng terletak di Desa Dieng Kulon, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Candi Bima Dieng merupakan salah satu candi terbesar yang ada di kawasan purbakala Dieng. Candi ini memiliki struktur bangunan dan ukuran candi yang berbeda dengan candi-candi Dieng lainnya. Gaya arsitektur dari dasar hingga ujung candi lebih cenderung bergaya ala candi-candi yang berasal dari India. Ada satu hal unik dari Candi Bima Dieng yaitu memiliki arca kudu di setiap sisi dindingnya yang selalu menyimbolkan kemegahan dari salah satu candi terbesar di Dieng ini.
Dengan ketinggian 8 meter, Candi Bima memiliki bentuk yang agak berbeda dengan candi-candi yang ada di Jawa Tengah pada umumnya.  Dasar Candi Bima berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 4.55 m x 4.55 m. dengan penampil yang agak menonjol keluar menjadikan denah dasar Candi Bima seolah-oleh berbentuk segi delapan. Bagian atapnya mirip dengan bentuk Shikara dan berbentuk seperti mangkuk yang ditangkupkan. Bentuk atap candi terdiri atas 5 tingkat, masing-masing tingkat mengikuti lekuk bentuk tubuhnya, makin ke atas makin mengecil.

Kawah Sikidang Dieng adalah salah satu objek wisata unggulan Dieng yang mudah dicapai dan dinikmati dibandingkan kawah-kawah lainnya di Dieng. Sebelum pandemi COVID-19, setiap minggu banyak wisatawan berkunjung ke Kawah Sikidang untuk menyaksikan aktivitas vulkanik yang dapat disaksikan secara langsung.Dataran Tinggi Dieng adalah gunung berapi raksasa dengan telaga-telaga dan kawah-kawah bekas letusan yang ditempati penduduk. Kawah-kawah yang masih menujukkan aktivitas vulkanik ini menjadi daya tarik tersendiri, begitu juga dengan Kawah Sikidang Dieng.Posisi Kawah Sikidang Dieng berbeda dengan kawah pada umumnya yang terletak di puncak gunung berapi dan susah untuk melihatnya. Sedangkan Kawah Sikidang berada di tanah yang datar sehingga pengunjung leluasa melihat lumpur panas meletup-letup dan gas atau asap yang berwarna putih pekat mengepul di udara.
Fenomena alam yang benar-benar menarik perhatian.Asal mula nama Kawah SikidangKawah Sikidang terbentuk dari letusan gunung berapi di kawasan Dataran Tinggi Dieng bertahun-tahun lalu. Sampai sekarang kawah ini masih aktif.Kawah ini sangat fenomenal. Pada waktu tertentu, rata-rata sekali dalam 4 tahun, kolam kawah akan berpindah atau seolah-olah melompat dalam satu kawasan seperti karakter hewan kidang (kijang dalam bahasa Jawa) yang suka melompat.

Telaga Warna Dieng adalah salah satu objek wisata yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Nama Telaga Warna sendiri diberikan karena keunikan fenomena alam yang terjadi di tempat ini, yaitu warna air dari telaga tersebut yang sering berubah-ubah. Terkadang telaga ini berwarna hijau dan kuning atau berwarna warni seperti pelangi. Fenomena ini terjadi karena air telaga mengandung sulfur yang cukup tinggi, sehingga saat sinar Matahari mengenainya, maka warna air telaga nampak berwarna warni.
Telaga Warna berada di ketinggian 2000 mdpl, dan dikelilingi oleh bukit-bukit tinggi yang menambah pesona keindahan alam sekitar telaga warna. Keindahan telaga warna akan lebih terasa jika pengunjung naik ke salah satu bukit yang mengelilingi telaga ini. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi telaga warna adalah saat pagi atau siang hari, karena pada sore hari, kabut tebal akan menutupi daerah sekitar telaga warna, sehingga pengunjung tidak dapat menikmati keindahan alamnya.

Candi Arjuna ini merupakan salah satu dari sekian banyak candi yang terletak di atas ketinggian 2093 mdpl. Bisa jadi, ini merupakan Candi Tertinggi di Indonesia untuk sementara ini.
Kompleks Candi Arjuna pertama kali ditemukan pada tahun 1814. Penemunya adalah seorang tentara Belanda yang bernama Thedorf van Elf. Saat pertama kali ditemukan, kompleks ini masih tergenang oleh air. Barulah pada tahun 1856 dimulai pemeliharaan oleh seseorang berkebangsaan Inggris bernama HC. Cornelius.
Komplek Candi Arjuna digunakan sebagai upacara pemotongan rambut gimbal yang merupakan anak asli Dieng. Upacara ini dilakukan setiap tahun dalam balutan Dieng Culture Festival. Anak Gimbal wajib di potong rambut gimbalnya agar tidak kena sial. Pada saat acara ini berlangsung, banyak wisatawan akan memadati kompleks candi Arjuna ini.

#Dieng #candiarjuna #telagawarna #kawahsikidang