Sifat manusia yang ‘takatsur’ yang saling berlomba untuk bermegah-megahan dalam dunia disebutkan pula dalam ayat,
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2)
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, (1)
sampai kamu masuk ke dalam kubur. (2)
(QS. At Takatsur: 1-2)
Di zaman ini, berbagai jalan untuk cepat kaya pun ditempuh
Pertama, ada yang mencari dengan jalan berutang (memperbanyak kredit)
Ada yang tujuannya bukan ingin memenuhi kebutuhan pokoknya, namun sekedar menambah motor, menambah mobil, menambah handphone. Padahal kredit di zaman ini tak lepas dari penggandaan utang, alias dikenai riba. Kenyataan yang terjadi, utang yang kecil lama kelamaan bisa beranak menjadi sepuluh kali lipatnya.
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah, no. 2414. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ
“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi, no. 1078; Ibnu Majah, no. 2413. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Al –‘Iroqiy mengatakan, “Urusannya masih menggantung, artinya tidak bisa kita katakan ia selamat ataukah sengsara sampai dilihat uhtangnya tersebut lunas ataukah tidak.” (Tuhfah Al-Ahwadzi, 4: 184)
Kedua, cari kesempatan korupsi
Korupsi adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Dari korupsi inilah terjadi penggelapan dana dan uang. Padahal seorang muslim dituntut untuk amanat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ وَلاَ تَخُنْ مَنْ خَانَكَ
“Tunaikanlah amanat pada orang yang memberikan amanat padamu dan janganlah mengkhianati orang yang mengkhianatimu.” (HR. Abu Daud no. 3535, Tirmidzi no. 1264 dann Ahmad 3: 414, shahih).
Pegawai yang disebut amanat berarti yang memenuhi kewajiban-kewajibannya sebagai pegawai. Di antara tanda pegawai yang amanat terhadap kewajibannya:
• Jika telah ada ketetapan waktu awal dan akhir kerja, maka ia harus memenuhi aturan tersebut. Tidak boleh seorang pegawai telat datang kerja dan lebih awal pulang atau ketika jam kerja malah berada di pusat perbelanjaan.
• Tidak memanipulasi sisa uang perjalanan dinas. Beberapa pegawai ada yang sengaja memanipulasi laporang keuangan perjalanan dinas dan mengambilnya untuk masuk ke kantongnya sendiri.
• Tidak menerima suap dan segala bentuk gratifikasi. Dalam hadits disebutkan, “Hadiah bagi pejabat (pekerja) adalah ghulul (khianat).” (HR. Ahmad 5: 424, shahih).
Ketiga, menggandakan uang
Menggandakan uang seperti yang lagi santer saat ini adalah dari “Dimas Kanjeng Taat Pribadi”. Secara logika saja, uang yang dicetak oleh Perum Peruri lalu beredar di tengah masyarakat jumlahnya terbatas. Lalu bagaimana bisa uang yang dikeluarkan Dimas Kanjeng begitu banyak hingga ratusan milyar rupiah?
Ada dua kemungkinan, pertama ia menipu orang banyak karena banyak yang menanam mahar padanya ketika itu. Ini termasuk memakan harta orang lain dengan cara yang batil.
Simak juga video lainnya :
1.Siapa itu yang disebut ulama ?
• Siapa itu Ulama ??? Ustadz Adi Hidayat, LC...
2.Wanita yang membingungkan malaikat
• Wanita Seperti ini yang buat malaikat bing...
3.Besarnya Pahala Salam
• Keutamaan Salam Bagi Kaum Muslim - Ustadz ...
4.Hukum Onani menurut Islam
• 🔴Hukum Onani menurut Islam⁉️
5.Ibu, Ibu, Ibu
• HORMATI IBUMU !!!
6.Bahaya Cinta Dunia
• Berbahayanya cinta kepada dunia
7.Kiat-Kiat mendapatkan jodoh
• CARA MENDAPATKAN JODOH - Ustadz Abdul So...
8.Siapa yang menciptakan Allah ?
• SIAPA YANG MENCIPTAKAN ALLAH ??? KETEMU!!!...
9.Suami/Istri atau orang tua ? mana yang lebih prioritas ?
• SUAMI ATAU ORANG TUA ? SIAPA YANG HARUS DI...
10. Cara menjadi Kaya ?
• SUAMI ATAU ORANG TUA ? SIAPA YANG HARUS DI...
11.Urutan belajar fiqh
• Urutan dalam Belajar Fiqh
12.Apakah dosa zina bisa diampuni?
• Apakah Dosa Zina Bisa Diampuni ? | Ustadz ...