7 Penyebab Gigi Berlubang.

Опубликовано: 15 Июль 2026
на канале: FourtyPlus74
97
5

Gigi berlubang adalah kondisi gigi yang rusak akibat terkikisnya lapisan terluar gigi atau enamel. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan bakteri di mulut akibat sering mengonsumsi makanan manis dan kurang menjaga kebersihan mulut.

Gigi berlubang merupakan keluhan yang umum terjadi pada gigi, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Kondisi ini sulit terdeteksi karena umumnya tidak menimbulkan nyeri pada tahap awal. Oleh sebab itu, pemeriksaan gigi perlu dilakukan secara berkala.

Lubang di gigi yang tidak segera diatasi dapat makin besar. Hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya masalah gigi yang lain, seperti infeksi dan gigi tanggal atau lepas.

Penyebab dan Faktor-faktor Risiko Gigi Berlubang.
Gigi berlubang berawal dari plak yang menempel di gigi. Plak gigi berasal dari sisa makanan yang mengandung gula dan pati. Jika tidak dibersihkan, plak ini akan diubah menjadi asam oleh bakteri alami di dalam mulut.

Asam yang dihasilkan dari plak kemudian secara perlahan mengikis lapisan terluar gigi. Lama-lama, lubang pun terbentuk di gigi. Jika dibiarkan, bakteri dan asam akan masuk lebih dalam sampai ke pulpa gigi, yaitu bagian gigi yang terdiri dari saraf dan pembuluh darah.

Gigi berlubang dapat terjadi pada siapa saja, tetapi ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih berisiko mengalaminya, yaitu:

1.Jarang menyikat atau membersihkan gigi, terutama setelah makan.
2.Tidak menggunakan pasta gigi atau obat kumur yang mengandung fluoride.
3.Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis, seperti kue, biskuit, permen, es krim, dan minuman bersoda.
4.Menderita gangguan makan, seperti anoreksia dan bulimia.
5.Menderita penyakit refluks asam lambung atau gerd dan mulut kering.
6.Berusia lanjut sehingga enamel mulai menipis dengan sendirinya dan produksi air liur berkurang.
7.Rutin mengonsumsi suplemen, vitamin, atau produk herbal yang mengandung gula.

Gejala Gigi Berlubang.
Gejala gigi berlubang pada tiap orang bisa berbeda, tergantung pada lokasi dan ukuran lubang yang terbentuk. Ketika lubang baru terbentuk dan masih berukuran kecil, gejala mungkin tidak terasa. Namun, ketika lubang sudah makin membesar, tanda dan gejala yang dapat muncul antara lain:

1.Gigi sensitif.
2.Sakit gigi ketika menggigit.
3.Nyeri di gigi yang terjadi secara spontan tanpa sebab yang jelas.
4.Ngilu atau nyeri saat mengonsumsi makanan atau minuman yang manis, dingin, atau panas.
5.Lubang yang terlihat jelas di gigi.
6.Noda putih, cokelat, atau hitam pada permukaan gigi.

Kapan harus ke dokter?
Lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami keluhan di atas, terutama jika disertai dengan gejala berikut:

-Pembengkakan di wajah.
-Gusi berdarah.
-Sulit mengunyah.
-Nyeri gigi yang tak tertahankan sehingga mengganggu makan dan tidur.

Pengobatan Gigi Berlubang.
Pengobatan gigi berlubang akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi yang dialami pasien. Beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk mengatasi gigi berlubang adalah:

1. Fluoride treatment.
Pada gigi yang baru berlubang, dokter akan memberikan pasta gigi yang memiliki fluoride lebih tinggi. Fluoride treatment dapat diberikan dalam bentuk cair, gel, atau busa. Terapi ini bertujuan untuk memperbaiki enamel dan mencegah lubang gigi bertambah besar.

Pasien bisa menggunakan fluoride secara mandiri dengan mengoleskannya di gigi atau menggunakannya sebagai pasta gigi. Namun, umumnya dokter akan memasangkan fluoride dengan alat yang sesuai bentuk gigi pasien sehingga dapat dipastikan semua permukaan gigi terlapisi oleh zat ini.

2. Filling atau tambal.
Filling atau tambal gigi merupakan tindakan yang paling umum dilakukan untuk mengatasi gigi berlubang. Dokter akan memulai filling dengan membuang bagian gigi yang rusak. Setelah itu, gigi akan ditambal dengan menggunakan bahan-bahan khusus, seperti komposit resin, porselen, emas, atau perak.

3. Crown gigi.
Crown adalah mahkota gigi palsu yang dipasang di atas gigi yang rusak. Prosedur pemasangan crown umumnya dilakukan untuk mengatasi kerusakan gigi yang parah atau mencegah kerusakan pada gigi yang mulai lemah.

Prosedur pemasangan crown dilakukan dengan mengikis bagian gigi yang rusak dan menyisakan sebagian kecil dari gigi untuk menjadi tumpuan mahkota gigi palsu. Mahkota gigi palsu dapat terbuat dari emas, porselen, atau komposit resin.

4. Root canal treatment.
Root canal atau perawatan saluran akar gigi dilakukan jika kerusakan sudah mencapai bagian dalam gigi atau akar gigi. Tindakan ini bertujuan untuk memperbaiki kerusakan tanpa harus mencabut gigi.

5. Cabut gigi.
Cabut gigi dilakukan jika kerusakan sudah sangat parah dan gigi tidak bisa dipulihkan lagi. Tindakan cabut gigi dapat diikuti dengan pemasangan gigi palsu atau implan gigi, untuk mengisi celah bekas gigi yang dicabut.

Keluhan yang timbul karena gigi berlubang perlu segera diperiksakan dan ditangani oleh dokter gigi.

   • 7 Penyebab Gigi Berlubang.  

Video footages provided by :
www.pexels.com
www.mixkit.co
www.pixabay.com