Peristiwa Bi'r Ma'unah, Rasulullah Meneteskan Air Mata

Опубликовано: 18 Август 2026
на канале: Tinta Mahabbah
74,256
1.7k

Haram ibn Milhan dan Sulaim bin Milhan Al-Anshari radhiyAllahu‘anhum adalah Sahabat Nabi yang sangat aktif dan berdedikasi untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada para pemuda serta mengkhidmati kaum fakir-miskin dan para Ashabu-Suffah (para sahabat yang menetap di Masjid).

Mundzir bin Amru radhiyAllahu ‘anhu Sahabat Nabi dari kalangan Anshar. Ayah beliau bernama Amru bin Khunais yang berasal dari Kabilah Khazraj, Bani Saidah. Beliau adalah sahabat yang ikut serta dalam Baiat Aqabah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menetapkan Mundzir bin Amru dan Sa’ad bin Ubadah sebagai Naqib (ketua atau pengawas) Bani Saidah.

Dikisahkan..

Kabilah-kabilah seperti Sulaim dan Ghathafan yang terletak di tengah-tengah Arab bersekutu dengan bangsa Quraisy dalam memusuhi umat Muslim dan berusaha untuk menghancurkan Islam. Secara perlahan kejahatan kabilah-kabilah yang jahat itu semakin meningkat dan berhasil menularkan racun permusuhan kepada orang-orang Arab untuk menentang Islam. Dalam keadaan demikian itu seseorang bernama Abu Barra Amir bin Malik, tokoh kabilah Arab datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan tabligh Islam dengan penuh kelembutan. Meskipun pada lahiriahnya ia mendengarkan penyampaian tabligh dengan serius tetapi Abu Barra tidak berbaiat.

Kemudian delegasi dari Bani Amir, yakni Abu Barra memohon kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam agar dikirim beberapa orang guna menyampaikan pesan Islam kepada mereka. Ia berkata, “Mohon utuslah beberapa sahabat bersama saya ke Nejd untuk bertabligh ke daerah Nejd. Mudah-mudahan penduduk Nejd tidak menolak Islam.”

Akan tetapi niat mereka buruk dan mereka tidak layak dipercaya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada mereka, “Saya khawatir mereka akan menyakiti orang-orang yang saya kirimkan kepada Anda.” Namun, Abu Barra yang masih belum Islam berkata, “Saya yang bertanggungjawab menjamin keamanan mereka. Semuanya akan aman dibawah perlindungan saya.”

Akhirnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada bulan Shafar tahun 4 Hijriyah mengutus satu kelompok sahabat, yang berjumlah 70 orang, dibawah pimpinan Haram ibn Milhan Radhiyallahu'anhu. Mayoritas mereka adalah Sahabat Anshar yang semuanya adalah Qurra Al-Quran yakni para ahli Al-Quran.

#kisahislami
#kisahsahabatnabi
#kisahnabi
#kisahnabimuhammad
#tintamahabbah